fafajung

Just another world of an ordinary girl

The Life of an Agent Part 3

Author POV

Tok!tok!tok!

Suara ketokan pintu menggema di apartemen Jaejoong.

“Jessica!Jessica!Jessica bangun!”Jaejoong berteriak untuk membangunkan Jessica,namun orang yang di dalam tidak menyahut sedikit pun.Jaejoong memberanikan diri memasuki kamarnya.Seorang yeoja tertidur pulas di kasurnya.Jaejoong sedikit berlari mengambil air lalu memercikkannya ke muka Jessica.Tak ada reaksi!Jaejoong mengulangi aksinya namun kali ini lebih banyak air yang ia cipratkan.

“AHHHHHHHHHH”teriak Jessica.Jaejoong hanya diam memandang Jessica.

“Ayo bangun!”Jaejoong menarik selimut yang dipakai Jessica.

“Ne. . .ne.Aku bangun.”Jessica beranjak dari kasur menuju kamar mandi.

@@@@@@@@@@@@

Suasana kota Seoul sangat tenang di pagi hari.Hanya ada satu atau dua mobil yang melaju di jalan raya.Udaranya juga sangat sejuk.Jessica yang masih mengantuk pun melanjutkan tidurnya.Jaejoong tetap fokus pada setir.

Perlu waktu dua jam untuk menuju hotel yang menjadi lokasi penyergapan.Jaejoong meninggalkan Jessica yang masih tertidur di mobil.Ia keluar mencari tempat yang menjual baterei.Satu lagi kekurangannya sebagai seorang intelijen ia dituntut bertindak hati-hati,teliti dan sigap.Namun itulah kekurangan Jaejoong,sering melupakan hal-hal kecil.

@@@@@@@@@@@@@

Drrt. . .drrt. . . .drrrt. . . .drrrt. . . .

Ponsel Jaejoong bergetar,sebuah panggilan masuk.Tertera nama si penelepon  ‘ASRAMA SOOJUNG’.Jessica terbagun karena suara getaran ponsel,kemudian menatap sekeliling.Dia tidak melihat sosok Jaejoong,yang ia lihat hanya ponsel Jaejoong yang terus bergetar tanpa henti.Bingung apakah ia harus mengangkatnya atau tidak.Setelah panggilan kelima Jessica pun mengangkatnya.

“Hallo!Jaejoong-ssi akhirnya kau mengangkat teleponnya.Kami ingin mengabarkan kalau Soojung sakit dan sedang dirawat di rumah sakit.Kami harap pihak keluarga segera menjenguknya.”Ucap seorang pria diseberang sana.

“Ehm,maaf Jaejoongnya sedang keluar.Nanti akan saya sampaikan.”jawab Jessica sopan.

“Baiklah,tolong beritahu tuan Jaejoong ya nona.Kami sudah mencoba menghubungi ayahnya tapi tidak bisa.Baiklah terima kasih nona.”

“Ah ne. . .ne.”

Jessica menaruh ponsel Jaejoong pada tempatnya,ia takut kalau Jaejoong menganggapnya lancang.Terlambat!saat Jessica menaruh ponsel Jaejoong sudah memasuki mobil.

“Apa yang kau lakukan pada poselku?”Suara Jaejoong tegas namun tetap dengan ekspresi datarnya.Membuat Jessica sedikit takut.

“Tadi orang ditelepon bilang kalau Soojung sakit dan dirawat.”

“Soojung?”Jaejoong tercekat mendengar kata-kata Jessica.Ia segera memencet tombol ponselnya.

“Halo Yoochun!Apa kau sedang  ‘on line’??”on line adalah istilah yang digunakan jika seseorang sedang melaksanakan tugas atau misi.(Author ngarang,maaf ya.)

“Belum hyung.Tugasku baru mulai lusa.Ada apa?”

“Soojung sakit,sepertinya penyakitnya kambuh.Tolong kau dan Yoona jenguk dia dan katakan aku sedang tugas.Secepatnya aku akan mengunjunginya.Dan katakan padanya ‘Aku sayang dia’.”Suara khawatir terdengar jelas dari bibir Jaejoong.

Pip.Telepon terputus. . .

Jaejoong meletakkan ponselnya kembali.Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi pengemudi.

“Huff. . .”desahan keluar dari mulut Jaejoong.

“Soojung siapa?”tanya Jessica yang agak bingung dengan perubahan raut wajah Jaejoong.Yang ia tahu Jaejoong itu adalah laki-laki tanpa ekspresi.

“Kau tidak perlu tahu!Ayo masuk!”Jaejoong menggiring Jessica untuk memasuki hotel.

Jaejoong dan jessica sama-sama mengenakan kacamata dan Jessica mengenakan aksesoris tambahan,yaitu topi baret.

@@@@@@@@@@@@

Mereka berdua kini berada di lantai delapan hotel.Jaejoong mengedarkan pandangannya.Ia segera menggandeng tangan Jessica saat melihat beberapa pria berjalan ke arahnya.

“Beraktinglah seperti pasangan baru!Tersenyumlah!”Jaejoong membisik di telinga Jessica,kemudian tersenyum.Jessica pun mengikuti perintah Jaejoong.Senyuman manja ia tampilkan.Para pria itu hanya tersenyum dan tidak curiga.Karena mereka mengira Jaejoong dan Jessica adalah sepasang pengantin baru yang ingin bulan madu.

@@@@@@@@@@@@@

Mereka memasuki kamar yang sudah di pesan,Kamar yang terdiri dari satu ranjang besar,satu kamar mandi,satu ruang TV dan satu ruang makan.Benar-benar kamar untuk pasangan baru.

“Hanya ada satu ranjang?”Tanya Jessica pada Jaejoong yang sedang menelisik setiap detail kamar.

“Apa yang kau lakukan?”tanya Jessica yang bingung melihat Jaejoong berjongkok bahkan sampai nungging.

“Aku sedang memeriksa kamar ini,dan hanya ada satu ranjang.Kau di sofa dan aku di kasur.”

“WHAT??”

“Anio!aku hanya bercanda.”Ucapan Jaejoong membuat Jessica lega.

“Hei Jessica-ssi!Apa saat kau bersama organisasi judi itu tidak pernah diajarkan untuk waspada terhadap sistem keamanan?maksudku alat sadap dan kamera tersembunyi.”Jaejoong yang kini duduk di sofa bertanya.

Jessica menggeleng,”Semuanya sudah diurus oleh pengawal.Aku hanya diajarkan menggunakan senjata dan berjudi.”

“Lalu apa kau tahu tentang transaksi ganja dan pembunuhan ‘Anak Emas’?”tanya Jaejoong.Pertanyaan Jaejoong membuat Jessica bangun kemudian menghampiri Jaejoong.Mata Jessica memancarkan kemarahan,mukanya merah padam.Ia mendorong Jaejoong ke arah tembok.Tangannya mencengkram kemeja Jaejoong.

“Aku tahu segalanya Jaejoong-ssi!Termasuk saat Intelijen membunuh ANAK EMAS ITU!”Jessica menghempaskan tubuh Jaejoong.

“Maksudmu apa?Intelijen membunuh ‘Anak Emas’?Yang membunuh anak emas adalah orang-orang dari organisasi hitam itu,mereka menyamar menjadi intelijen.Mereka membunuh istri dan menculik putri dari anak emas itu.”Jaejoong berbicara dengan sangat tenang dan hati-hati.

“Tidak!Mereka menyelamatkan satu puteri ‘Anak Emas’ kemudian puteri yang lainnya diculik oleh kalian INTELIJEN KEPARAT!”kali ini  Jaejoong beraksi ia membungkam mulut Jessica,mengunci tubuh gadis itu dengan tubuhnya.Kini posisi mereka seperti Jaejoong sedang memeluk Jessica dari belakang.

“Hentikan omong kosongmu!. . . . . . . .Apa kau putri dari anak emas?”Jaejoong bertanya di telinga Jaejoong.Keringat mengalir di dahi Jessica.Tubuhnya sedikit bergetar.

“Auww!!”Jaejoong meringis kesakitan karena tangannya digigit Jessica,namun ia tidak melepas Jessica begitu saja ia tetap menguci Jessica bahkan Jaejoong memeluk Jessica lebih erat.

Drrrt. . .drrtt. . .drrt. . .

Ponsel Jaejoong bergetar,Jaejoong menghempaskan tubuh Jessica ke sofa lalu mengangkat teleponnya.

“Hallo!”Sapa Jaejoong,suaranya terdengar parau.

“Oppa!!Oppa sakit?kenapa suaramu sangat aneh?”tanya suara di seberang sana.

“Soojung-ah!Apa kau baik-baik saja?Sudah minum obat belum?Perbanyak istirahat!sudah oppa bilangin kalau kau tidak boleh sering-sering bertanding.”ucapan Jaejoong terdengar sangat antusias.

Soojung menyela Jaejoong,“Oppa aku baik-baik saja,Oppa sangat cerewet tahu!Oh ya kapan oppa kesini?Aku kangen sama oppa.”

“Ne. .ne Soojung-ah,Oppa juga kangen sekali pada dongsaengku ini.Maafkan oppa ya,sekarang oppa sedang bertugas.Setelah tugas oppa selesai,oppa janji pasti akan kesana menjengukmu.”Jaejoong mengakhiri ucapannya dengan senyum.

“Baiklah oppaku sayang,Selamat bekerja dan berhati-hatilah!Bye oppa!”

“Gomawo,udah sana istirahat!Bye. . .”Senyuman lebar mengakhiri percakapan adik-kakak itu.Jessica menatap wajah Jaejoong dengan senyuman sinis.Jaejoong menyandarkan tubuhnya ke sofa,mensejajarkan dirinya dengan Jessica.Kini keduanya duduk berdampingan,mata mereka memandang lurus ke depan.Entah apa yang ada di pikiran masing-masing.

“Jessica-ssi apa kau tahu,siapa anak dari ‘anak emas’ ?”Jaejoong mengeluarkan suaranya,tanpa menatap Jessica.Namun Jessicalah yang menatap Jaejoong,tatapan sangat mendalam.

“Apa hubungannya denganmu?”tanya Jessica dingin.Jaejoong menjawab pertanyaan Jessica dengan senyuman.Jessica menghadapkan wajahnya beberapa senti dari wajah Jaejoong.

“Jawab aku!”Kali ini muka Jessica merah padam menahan amarah.Jaejoong mendorong Jessica.

“Kau tidak ingin menjawab pertanyaanku,sedangkan aku akan menjawab pertanyaanmu setelah misi ini selesai.”Jaejoong berdiri meninggalkan Jessica yang tertunduk.

Jessica POV

“Kau tidak ingin menjawab pertanyaanku,sedangkan aku akan menjawab pertanyaanmu setelah misi ini selesai.”Jaejoong beranjak kemudian keluar dari kamar.

Sial.Dia benar-benar menjebakku.Niatku untuk bermain-main dengan intelijen ternyata salah.Mengapa ia terus bertanya tentang anak emas.Appa!sebenarnya apa yang telah terjadi?Apa aku berada di jalan yang salah?

Aku dan Lee ahjussi telah membalas dendammu appa.Kematianmu dan eomma telah terbalas dengan matinya istri dari Ketua intelijen itu.Tapi maafkan aku Appa,Eomma.Sampai saat ini aku belum bisa menemukannya.Maafkan aku tidak bisa menjadi seperti apa yang kalian harapkan.Aku harus berkhianat dan harus berkongsi dengan para intelijen itu.Parahnya lagi aku harus membunuh Lee ahjussi,orang yang merawatku,Sahabatmu Appa. . .

Tes. . .tes. . .

Air mata membasahi pipiku.Pikiranku kacau,aku tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah.Aku mendongakkan kepalaku ke atas,berharap Tuhan memberikan pencerahan padaku.Memejamkan mataku dan aku pun tertidur di sofa.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: