fafajung

Just another world of an ordinary girl

Archive for the month “Mei, 2012”

JAESICA #2

Alohaa!gimana JAESICA link part 1 nya??ini aku post part 2 nya,jangan lupa komen ya di setiap ff atau oneshot yang kalian baca!!

 

2.Oneshot

 

*New Dimension*

http://fanfictionschools.wordpress.com/2012/04/20/freelance-new-dimension/

*The Call*

http://ffindo.wordpress.com/2012/02/03/drabble-the-call/

*Jewel of Life*

http://dewiitakyoublog.wordpress.com/2012/02/19/jewel-of-life/

*Vanilla Ice Princess*

http://supereunhaelf.wordpress.com/2011/03/26/ff-oneshoot-vanilla-ice-princess/

*Resentment*

http://hanminhyo.wordpress.com/2011/10/24/ff-request-resentment/

*Cool and Natural*

http://allkpopff.wordpress.com/2011/08/09/fanfiction-cool-and-natural/

*Flower Lady*

http://syavirasone.wordpress.com/2011/02/08/flower-lady/

*Can I*

http://syavirasone.wordpress.com/2011/11/19/can-i/

*The Raining Days*

http://sapphiregorjess.wordpress.com/2011/10/07/the-raining-days/

*Jealous*

http://sapphiregorjess.wordpress.com/2011/09/10/jealous-ficlet/

*My Lovely Devil*

http://5princebigeast.wordpress.com/2012/05/17/oneshoot-my-lovely-devil/

*Scandal. . .Scandal. . .Scandal. . .*

http://5princebigeast.wordpress.com/2012/05/17/ficlet-scandal-scandal-scandal/

 

3.TOP BLOG JAESICA COUPLE

 

***SYAVIRASONE***

http://syavirasone.wordpress.com

***My World***

http://sapphiregorjess.wordpress.com/

***Jaeshinki***

http://mayenluphjaejoong.wordpress.com/

***5PrincesBigEast***

http://5princebigeast.wordpress.com/

 

Jangan lupa komen ya di setiap ff atau oneshot!!

Iklan

JAESICA COUPLE #1

Hallo semuanya!!

Fafajung comeback!!!Kali ini aku bukan mau post ff atau oneshot tapi aku mau menshare link FF atau Oneshot tentang JAESICA couple!tapi aku mohon setelah kalian baca FF atau Oneshot tolong beri komen kalian ya!!!Komen kalian merupakan penghargaan buat para AUTHOR. . .oh iya buat teman-teman yang tahu link yang berhubungan dengan JAESICA couple boleh share disini 🙂

 

1.Fanfiction (Sequel)

 

**Why Did I Fall in Love with You**

Part 1

http://falcondhehacker.wordpress.com/2011/08/01/why-did-i-fall-in-love-with-you-part-1/

Part 2

http://readfanfiction.wordpress.com/2011/08/04/why-did-i-fall-in-love-with-you-part-2/

Part 3

http://readfanfiction.wordpress.com/2011/08/11/why-did-i-fall-in-love-with-you-part-3/

Part 4-End

http://readfanfiction.wordpress.com/2011/08/14/why-did-i-fall-in-love-with-you-part-4-final/

 

**Fur Elise**

Part 1

http://keyholic.wordpress.com/2011/10/31/fur-elisepart-1-2shoot/

Part 2-End

http://keyholic.wordpress.com/2011/10/31/fur-elise-part-2-end-2shot/

 

**REGRET**

Part 1-13

http://syavirasone.wordpress.com/tag/jaejoong/

 

**Jaesica Couple**

 

2.Oneshot

 

*Don’t Cry,Baby*

http://mysone.wordpress.com/2011/12/26/dont-cry-baby/

*That’s the Way I Love You*

http://sapphiregorjess.wordpress.com/2011/11/27/thats-the-way-i-love-you-oneshoot/

*SONGFIC-INSA (FAREWELL)*

http://adhiyaputriff.wordpress.com/2012/04/04/songfic-insa-farewell/

*Love’s Journal*

http://smtownfanfiction.wordpress.com/2011/03/14/loves-journaljaejoongjessica/

*Sacrifice*

http://allkpopfanfic.wordpress.com/2011/12/23/fanfic-jessica-sacrifice/

 

**Jaesica Couple**

Tunggu part 2 nya yaaa!!

 

The Life of an Agent Part 7-End

Halo semuanya!!ini part terakhir dari ‘The Life of an Agent’.Aku mau ngucapin makasih ya buat teman-teman yang udah main ke blogku meskipun kalian ga ninggalin jejak,gapapa ko.Tapi lebih baik kalo teman-teman bersedia komentar atau memberi kritik dan saran yang membangun.Terima kasih ya semuanya!!Enjoy it!

 

 

Author POV

“Apa kau mengajakku kencan Tuan Kim?”Jessica menyenggol Jaejoong.Jaejoong hanya tertawa lalu mengejar Jessica yang berlari meningalkannya.

Jaejoong pun menyesuaikan langkahnya dengan langkah Jessica lalu menggandeng Jessica.Mereka sedikit berlari memasuki kereta.Jessica tersandung dan dengan sigap Jaejoong menolong Jessica.Jaejoong menyuruh Jessica duduk disebelah seorang nenek sedangkan Jaejoong berdiri di depan Jessica padahal sekitar lima meter dari bangku Jessica ada yang kosong.

“Kau tidak duduk Je?”Jessica menunjuk bangku kosong itu.Jaejoong tersenyum.

“Aku takut ada orang yang mengganggumu.”

“Wah anak muda kalian pasangan yang romantis sekali!Yang pria tampan dan wanitanya juga cantik,kalian serasi!”

Wajah Jessica dan Jaejoong pun memerah.Kereta pun berhenti Jaejoong kembali menggenggam tangan Jessica.Mereka pun berjalan di sekitar Apgujeong,dan berhenti di sebuah Restoran mahal.Mereka memasuki Restoran tersebut.

“Hyung!”panggil seseorang,Jaejoong melihat orang yang memanggilnya ternyata si pemilik Restoran yaitu Changmin teman Jaejoong.

“Changmin!”sapa Jaejoong,Jaejoong mengajak Jessica mendekati Changmin.

“Wah Jaejoong hyung pergi dengan seorang wanita?Pemandangan yang aneh!Apa kau kesini untuk mengecek tempat hyung?”lelaki yang bernama Changmin itu memperhatikan Jessica dari atas sampai bawah membuat Jessica merasa risih lalu menggenggam tangan Jaejoong dengan erat.

“Hey Changmin berikan kami makanan paling enak disini,Karena perempuanku ini sedang lapar.”Jaejoong meninggalkan Changmin dan menarik Jessica yang sedang tersipu,lalu mengambil tempat duduk di paling pojok.

“Tadi itu temanmu?”tanya Jessica.

“Dia adik kelasku.Aku mengajakmu kesini untuk mengecek tempat karena minggu depan Yoochun akan menikah disini.Oh iya apa kau tidak merasa sedih?”tanya Jaejoong pada Jessica yang sedang memainkan kuku tangannya.

“Sedih kenapa?lagipula mereka pasangan yang serasi ko.”Jessica masih menatap kukunya.

Jaejoong mengangkat dagu Jessica,”Sica-ah kalau sedang berbicara tataplah mata lawan bicaramu agar kau tahu dia sedang jujur atau tidak.”

Jessica mendongakkan wajahnya,”Kau tidak cemburu?”Jaejoong kembali bertanya.

“Anio!Puas?”Jawab Jessica pasti.Makanan pun datang,Jessica yang lapar langsung menyantap makanannya.Senyuman tergambar di bibir Jaejoong.

“ehm Je!ada satu pertanyaan yang mengusik pikiranku. .”Jessica menghentikan aktivitasnya dan menatap Jaejoong.

“Tanyakan aja,asal jangan tentang integral dan logaritma!”ucap Jaejoong sambil memamerkan deretan giginya yang menawan.

“Kau ini aku sedang serius tau!oh ya kenapa kau keluar dari intelijen?”

“itu karena tugasku sudah selesai,aku sudah menangkap orang yang telah membunuh ibu dan kakakku.sudahlah tidak usah membahas masalah itu.Sekarang kita nikmati saja makanannya.”Jessica pun tersenyum lalu kembali focus dengan makanannya.

Setelah puas mengisi perut mereka pun pamit pada Changmin,Jaejoong mengajak Jessica ke sebuah butik.Jaejoong sibuk memilih baju begitupun dengan Jessica yang terlihat sangat antusias.

“Sica-ah coba kau pakai gaun ini!”Jessica menuruti Jaejoong dan mencoba baju pilihan Jaejoong.Jessica pun keluar dari fitting room.

“Bagaimana?”tanya Jessica,Jaejoong hanya tersenyum.

“Aku ambil yang itu!”seru Jaejoong pada seorang pelayan.

“Je aku ingin beli gaun yang ini,pinjam uangmu dulu ya ya ya!”Jessica menunjuk sebuah gaun cantik tapi terlampau terbuka bagi Jaejoong.Dengan cepat Jaejoong menggeleng.

“Tidak itu terlalu terbuka.pilih yang lain saja!”Jessica menggerutu kesal.

Drrt. . .drrt. . .

Jaejoong mengangkat teleponnya.

“Halo!”

“. . . . . . . . . . . . . . .”

“Mulai malam ini kami akan tinggal di rumah,aku juga minta tolong pada Yoona untuk menyiapkan segala keperluannya.”

“. . . . . . . . . . . . . . .”

“Iya nanti akan kubelikan.”

“. . . . . . . . . . . . . . .”

“Ne Yoochunnie!”

Jessica menghampiri Jaejoong,”Sudah memilihnya.”

“Tidak ada yang kusuka,sekalinya aku mau kau melarangnya.Huh menyebalkan!”Jessica mengerucutkan bibirnya.

Jaejoong merangkul Jessica menuju kasir.

“Yang ini saja sudah cukup.”Ucap Jessica menunjuk baju yang sedang dibungkus.

“Memangnya ini untukmu?”Jessica melepas rangkulan Jaejoong lalu meninggalkannya,Jaejoong segera menyelesaikan pembayaran dan menyusul Jessica.

“Kau ini ambekan ya.”Jaejoong menggenggam tangan Jessica lagi,namun Jessica melepasnya.Jessica berjalan mendahului Jaejoong dan Jaejoong kembali menyusul Jessica.

Kali ini Jaejoong merangkul Jessica,”Kau marah padaku?”Jaejoong menunjukkan muka tidak berdosanya.

“Aku mau pulang!”ucap Jessica masih dengan dahi berkerutnya.

“Pulang kemana?”Jaejoong kembali meledek Jessica,Jessica yang kesal memukul dada Jaejoong.

“Aw appo!”Air mata Jessica turun,Jaejoong segera menghapusnya dengan jarinya lalu memeluk Jessica.

“Mianhe,Aku tidak tahu kalau perempun sangat sensitif.Ayo kita pulang semua orang sudah menunggu.”

Mereka pun kembali ke rumah, di rumah Yoochun, Yoona, Sojoong, Minho dan Ayah Jaejoong sedang berkumpul sedang membicarakan rencana pernikahan Yoochun dan Yoona yang akan diselenggarakan minggu depan.

“Hyung kau terlihat sangat senang hari ini,apa telah terjadi sesuatu diantara kalian?”Yoochun menggoda Jaejoong,tapi Jaejoong malah mengacuhkannya dan menghampiri Jessica.

“Hari ini kau akan tidur di kamar Tiffany noona bersama Yoona dan Yoona sudah menyiapkan segala keperluanmu,jika ada yang kurang kau bilang saja padaku.”Jaejoong lalu meninggalkan ruang keluarga.

@@@@@@@@@

Keesokkan paginya suasana di Rumah Jaejoong sangat sepi.Para penghuni rumah sudah memulai aktivitasnya sejak pagi.Cklek. . .pintu kamar terbuka keluarlah Jessica dengan berpakaian rapi.Jessica berjalan menuju ruang keluarga,disana ada Sojoong yang sedang menonton TV.Jessica pun bergabung dengan Sojoong.

“Kau sudah bangun eonnie?”sapa Sojoong,Jessica mengangguk dan tersenyum.

Sojoong mengambil sebuah kotak yang ada di meja lalu memberikannya pada Jessica.

“Ini eonnie,tadi Jaejoong oppa menitipkannya padaku.”Jessica yang menerimanya hanya diam tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

“Ayo eonnie buka!Aku penasaran apa isinya.”ucap Sojoong antusias lalu mendekatkan dirinya dengan Jessica.Jessica membuka kotak itu dan isinya adalah sebuah ponsel keluaran terbaru dan dompet yang sudah terisi.”

“Wah eonnie!Oppa sangat perhatian padamu,aku jadi cemburu nih.”

“Ah Sojoongie Oppamu hanya membantuku saja ko.”

Seorang pelayan wanita menghampiri kami.

“Nona teman Anda sudah menunggu di depan.”Sojoong yang mendengarnya segera merapikan rambutnya.

“Eonnie kau mau ikut ke Cafe Jeje Oppa tidak?”setelah berpikir sesaat Jessica pun menyetujui tawaran Sojoong.

@@@@@@@@@@@

Sesampainya di Cafe milik Jaejoong,terlihat Jaejoong sedang menyanyi di atas panggung.Jessica,Sojoong dan Minho pun menempati meja yang kosong.Seorang pelayan menghampiri mereka.

“Selamat pagi!ah nona Sojoong mau pesan apa?”sapa pelayan itu ramah.

“Aku Mango milkshake saja,Oppa dan eonnie mau pesan apa?”tanya Sojoong pada Jessica dan Minho.

“Lemon tea satu.”ucap Minho.

“Aku Orange Juice saja.”ucap Jessica.Pelayan tersebut mengangguk dan meninggalkan mereka.

“Jaejoong hyung ternyata berbakat ya.”komentar Minho.

Jessica POV

“Jaejoong hyung ternyata berbakat ya.”komentar Minho.

Aku yang semula sedang melihat daftar menu kini memperhatikan Jaejoong,suaranya merdu dan ia bernyanyi dengan penuh penghayatan.

Jaejoong mengakhiri lagunya,para pengunjung Cafe pun berdiri dan bertepuk tangan tidak terkecuali Sojoong,Minho dan aku. Kulihat Jaejoong membungkuk lalu menuruni panggung,beberapa perempuan menyambutnya dan mengambil gambarnya.Aneh sekali dia kan bukan artis.

“Eonnie tidak usah bingung,meskipun Jeje Oppa bukan artis tapi penggemarnya sangat banyak.”Aku hanya tersenyum,Sojoong seakan-akan bisa membaca pikiranku.

“Oppa!”Sojoong melambaikan tangannya pada Jaejoong,Jaejoong menyambut lambaian Sojoong lalu menghampiri kami.

“Mau izin lagi?”tanya Jaejoong pada Minho,orang yang ditanya hanya cengengesan.

“Mau gimana lagi,setiap pergi harus minta acc dulu sama oppa.”

Menurutku Jaejoong terlalu overprotektif pada Sojoong.

“Ya sudah sana pergi.eh Kalian ingin mengajak Jessica juga?”tanyanya.Sojoong dan Minho menatapku kemudian menggeleng kompak.

“Ani Oppa,Jessica eonnie kami titipkan pada Oppa ya.Bye Oppa!”

“Gomawo hyung!”Sojoong dan Minho meninggalkan kami dengan tergesa-gesa.Jaejoong duduk di hadapanku.

“Suaramu bagus!”pujiku,Jaejoong tersenyum.

“Gomawo.Kau sudah sarapan?”tanyanya.Aku menggeleng.

“Ya sudah kita sarapan bareng aja.”Jaejoong memanggil pelayan lalu memesan makanan.

“Aku ingin mengucapkan banyak terima kasih padamu,tapi maaf aku tidak bisa menerima ini semua.”Aku mengeluarkan ponsel dan dompet pemberian Jaejoong.Aku merasa terlalu merepotkannya.Wajah Jaejoong menunjukkan ketidak setujuannya akan sikapku.

“Aku tidak memerikan ini secara Cuma-Cuma ko.Aku ingin kau menjai bridesmaid yang baik untuk pernikahan Yoochun dan Yoona.Jika kau tidak memiliki ponsel bagaimana kau menghubungi mereka.Lalu bagaimana jika kau tidak memiliki uang dan kartu pembayaran,apakah bisa bepergian ke tempat yang jauh?”

Aku hanya terkesiap dengan ucapan Jaejoong,Aku malu karena kukira Jaejoong meberikan semua ini secara Cuma-Cuma.

“Sudah simpan saja barang-barang itu!Ayo kita makan!”Aku pun menyantap makanan yang ada di hadapanku.

@@@@@@@@@@@@

Seminggu sudah aku menemani Yoona mengurusi pernikahannya,dan dalam seminggu ini aku jarang bertemu Jaejoong meskipun kami tinggal satu rumah.Ada rasa kangen padanya,tapi buru-buru kutepis perasaan itu.

Hari ini Yoona dan Yoochun akan melaksanakan resepsi pernikahan mereka di Restoran yang waktu itu.Aku memakai gaun pemberian Jaejoong.Pukul 19.00 para tamu undangan sudah berkumpul di dalam restoran yang sudah disulap menjadi sebuah aula mewah dan menawan tapi daritadi aku tidak melihat Jaejoong.

Yoochun dan Yoona memasuki ruangan diikuti Krystal dan Minho di belakangnya.Di belakang Krystal dan Minho ada Ayah Jaejoong dan orang tua Yoona mereka menaiki panggung singgasana pengantin.Aku menengok kanan kiri mencari sosok Jaejoong,tapi tetap saja dia tidak ada.Sampai pertengahan acara pun aku  tidak menemukan Jaejoong akhirnya kuputuskan untuk keluar ruangan.

Sebuah mobil mewah berhenti,keluarlah seorang perempuan cantik.Omo!itukan penyanyi terkenal Kwon BoA.Seorang pria menyusulnya lalu menggandengnya.Aku sedikit mendekat ingin tahu siapakah orang yang bersama BoA itu?

Dadaku sesak ternyata itu Jaejoong,Jaejoong menggandeng BoA.Mereka terlihat mesra sekali,saling melempar senyum satu sama lain.Air mata membasahi pipiku,aku memutuskan untuk mencari tempat sepi.Karena terus menunduk aku pun menabrak seorang perempuan berkulit putih.

“Mianhe atas kecerobohanku.”Aku menunduk.

“Hey bukannya kau kekasihnya Jaejoong hyung?”tanya pria yang bersama perempuan yang kutabrak tadi.Aku mendongakkan wajahku ternyata itu changmin.

“Aku hanya teman Jaejoong.”

“Kau mengenalnya Changminnie?”tanya serang pria berambut ikal dibelakangnya.

“Iya,dia ini kekasihnya Jaejoong hyung kemarin Jaejoong sendiri yang bilang padaku.Oh iya kenalkan namaku Shim Changmin.Kemarin kita belum sempat kenalan kan?”Changmin menjabat tanganku.

“Ne,namaku Jessica Jung.”aku tersenyum.Perempuan berambut lurus dan berparas cantik yang tadi kutabrak pun memperkenalkan dirinya.

“Aku Victoria,Kami adalah adik kelas Jaejoong Oppa.”

“Dan aku Kyuhyun.Kenapa kau sendirian Jessica-ssi?”tanya namja bernama Kyuhyun itu.Aku bingung ingin menjawab apa.

“Ayo kita masuk!Di luar dingin Jessica-ssi kau bisa membeku nanti.”Changmin merangkulku,Victoria yang melihatku risih memukul bahu Changmin.

“Changmin Oppa lepaskan tanganmu!aku laporkan pada pacarmu nanti!”Changmin mengerucutkan bibirnya lalu melepas rangkulannya.Aku tertawa lucu sekali mereka.

“Hey Qian!Kau tidak bisa melihatku senang dikit ya?”Changmin menunjukkan wajah kesalnya.

“Tentu saja tidak bisa,Kau senang sendiri sih tidak berbagi denganku.”Bela Kyuhyun.

Kami tertawa bersama memasuki aula.Aku tidak merasa sedih lagi,tiba-tiba Jaejoong muncul di depan kami.

“Kalian selalu pergi bertiga,apa tidak terjadi cinta segitiga?”tanya Jaejoong pada trio ini.

“Hai hyung kami tidak bertiga lagi kami berempat bersama pacarmu.”ucap Kyuhyun sambil menyeggol bahuku.

“Aku hanya temannya saja.”Jelasku.Jaejoong menarikku agar mendekat padanya.

“Kau tidak ingin menjadi pacarku?”Jaejoong menatapku.Aku mendengus kesal.

“Hey!ternyata mereka lagi berantem.Ayo kita tinggal daripada mengganggu.”Kulihat Victoria menarik Jas Kyuhyun dan Changmin lalu meninggalkan kami.Aku berniat meninggalkan Jaejoong namun Jaejoong menarik tanganku.

“Jae!”panggil seseorang pada Jaejoong,aku pun melihat siapa yang memanggilnya dan itu adalah BoA.Aku melepas tangan Jaejoong,huh menyebalkan sekali.

“BoA-ah!”sapa Jaejoong seraya mencengkram lenganku.

“Aku pamit dulu ya,dan Selamat atas pernikahan adikmu.Kapan kau akan menyusulnya?”tanya BoA,aku hanya mengalihkan mataku pada deretan hidangan.

“Ah do’akan saja secepatnya agar dia mau cepat-cepat menikah denganku.”Jaejoong menyenggol lenganku.Aku menatap Jaejoong dan BoA bergantian.Apa sih maksud Jaejoong?

“Annyong,aku BoA teman middle School Jaejoong!”BoA tersenyum padaku,merasa tidak enak aku pun memperkenalkan diri.

“Jessica Jung imnida.”

“Baiklah aku pamit dulu ya.”BoA tersenyum dan berlalu.

“Gomawo BoA-ah!”seru Jaejoong pada BoA yang sudah pergi.Kini ia menatapku,tatapannya sangat dalam.Aku pun membuang muka.

“Lepaskan!Aku haus.”Aku menyuruh Jaejoong melepaskan cengkramannya.Ia melepas cengkramannya tapi ia langsung menggandengku.Kami mengambil minum.

“Kau kemana saja?Aku daritadi  mencarimu.”tanya Jaejoong.Aku terus memperhatikan minumanku dan mengabaikannya.

“Sica-ah Jawab!”

“Aku mencari udara segar di luar.”jawabku seadanya.

“Mencari udara segar?Tapi kulihat kau tertawa bersama Changmin dan Kyuhyun.”

“Dengan Victoria juga.”ucapku.Dia bertanya seolah-olah aku sedang bersenang-senang tadi.

“Tapi kau terlihat senang saat Changmin merangkulmu.”

“Dan kau juga terlihat bahagia saat bersama BoA tadi.”

“Aku lebih bahagia saat kau menggenggam tanganku seperti sekarang.”Jaejoong mengeratkan pegangannya.

“Liar!”Sejujurnya aku senang dengan perkataannya tapi aku gengsi menunjukkannya.

“Sica-ah aku merasa kesal saat Changmin merangkulmu dan kau kesal saat aku bersama BoA.Itu tandanya kita saling menyukai.”

“Saling?”Aku melirik Jaejoong,wajahnya kini memerah mungkin wajahku juga seperti itu sekarang.Jantungku berdegup kencang.

“Baiklah hanya aku yang menyukaimu,Sica-ah Saranghaeyo!”beberapa tamu undangan menatap kami.

“Je mereka memperhatikan kita.”bisikku pada Jaejoong.

“Aku tidak peduli,yang penting kau mau jadi kekasihku apa tidak?”Jaejoong menatap mataku sangat lekat,aku tidak bisa berbohong dan harus mengakui kalau aku juga jatuh cinta padanya.

Aku mengangguk,”Aku juga menyukaimu.”ucapku.Jaejoong memelukku erat.

“Kalau begitu minggu depan kita menikah!”Aku langsung melepaskan pelukannya.

“Tidak mau! itu terlalu cepat!”

-End-

Jangan bosen-bosen ya main ke blog ku!

The Life of an Agent Part 6

Author POV

“Jessica!”Sebuah suara memanggilnya.Jessica pun menatap orang yang memanggilnya,disana ada Yoochun,Yoona,Yunho dan Yuri teman-teman satu tim Jaejoong.

“Kau sudah bebas?”tanya Yoona.

“Kau pasti ingin bertemu Jaejoong hyung?”Tebak Yoochun.

“Bagaimana kabarmu?”sapa Yuri.

Pertanyaan bertubi-tubi yang dilontorkan oleh masing-masing orang,Jessica tersenyum.

“Nanyanya satu-satu dong!”Yunho pun menengahi.Mereka seperti sedang reuni,sampai tidak mempedulikan tatapan orang-orang sekitarnya.

“Ne,aku baru bebas dan aku kesini ingin bertemu Jaejoong tapi ternyata dia sudah tidak bekerja disini lagi ya.Oh ya apa kalian tahu alamatnya??”

“Kau ingin bertemu Jaejoong oppa ya?kebetulan sekali kami akan ke tempatnya.”ucap Yoona.

“Oppa?tumben sekali.”Jessica meledek Yoona yang tidak biasa memanggil Jaejoong dengan sebutan ‘Oppa’.

“Hhahaha Yoona kan sebentar lagi jadi adik iparnya Jaejoong.Ya udah gimana Jessica-ssi kau mau ikut dengan kami tidak?”Yuri menyadarkan Jessica dari lamunan singkatnya.

“Ah kau terlalu formal memanggilku Yuri-a.Ne,aku mau.Tapi apa tidak merepotkan kalian?”tanya Jessica.

“Tentu saja tidak.Kau bersama kami saja ya.”pinta Yunho,Jessica mengangguk dan mengikuti mereka.

@@@@@@@@@@@

Mereka berhenti di depan sebuah restoran yang tidak terlalu besar dan tidak kecil juga.Restoran itu memberi aura yang hangat bagi setiap pengunjungnya.

“Hyung!Kami datang.”teriak Yoochun.Yoochun berjalan menuju dapur,Jaejoong sedang memasak disana.

“Yoochun-a kalian duduk aja dulu.Aku menyusul.”

Jessica POV

Restorannya membuatku nyaman,hiasan dinding, kursi, meja, bahkan aromanya membuatku betah berlama-lama disini.Kami semua duduk di satu meja yang sepertinya sudah dipersiapkan untuk merayakan sesuatu.

“Yoochun-a Kau tidak menjemput Sojoong?”seorang pria berambut hitam tampan membawa nampan berisi makanan.Ya Tuhan apa itu Jaejoong?dia sangat berbeda.Dia mencukur kumis dan mengubah model rambutnya.

“Sojoong bersama temannya hyung.Oh iya ada Jessica juga disini.”Jaejoong yang semula tidak memperhatikan orang sekelilingnya kini menatapku lalu tersenyum.

“Kau sudah bebas?Selamat datang di Cafeku.”

“Jae kemana anak buahmu?”tanya Yuri.”iya sepi banget.”timpal Yunho.

“Aku meliburkannya,dan hari ini cafe tertutup untuk umum.”

“Hallo semua!!”pintu Cafe terbuka,ada Krystal dan seorang pria muda yang tinggi dan tampan masuk.

“Sojoongie!”Semua menyambut kedatangan Sojoong,namun gadis yang disambut malah menghampiri kakak laki-lakinya lalu membisikkan sesuatu.Setelah Jaejoong mengangguk Sojoong mengajak teman laki-lakinya itu untuk duduk bersama kami.

“Hey pemuda tampan siapa namamu?”tanya Yuri.

“Annyong!Choi Minho imnida.”jawab pemuda itu kikuk.

“Oke Minho kenalkan yang ini namanya Yunho hyung,Yuri noona,Jessica noona,Yoochun hyung,aku Yoona noona dan yang berwajah menyebalkan itu bernama Jaejoong hyung.Nikmati saja pestanya kau tidak perlu canggung.”Yoona memperkenalkan kami pada Minho.

“Baiklah karena semuanya sudah berkumpul.AYO KITA MAKAN UNTUK MERAYAKAN KEMENANGAN OUR SOJOONG!”pimpin Yunho.

“Sojoong menang apa?”tanyaku pada Yuri yang duduk di sampingku.

“Sojoong menang lomba loncat indah kemarin di ASIAN Games.Ayo Jessica dimakan makanannya.”

“Oh ya,gimana masakannya?”tanya Jaejoong yang duduk di sisi kananku.

“Meskipun malas dan bosan untuk mengatakannya,tapi masakanmu memang enak Jae.”ucap Yunho dilanjutkan tawa yang lainnya.

@@@@@@@@@@

Jaejoong mendekatiku yang sedang melihat-lihat pemandangan malam kota Seoul dari bangku Cafe.

“Apa kau ingin menagih janjiku?”Jaejoong memberikan segelas orange juice padaku.

“Banyak alasan aku menemuimu,ini. . . .”aku mengambil sebuah gelang yang sama dengan yang kupakai lalu memberikan padanya.

“Darimana kau mendapatkannya?”

“Gelang ini kudapat dari temanku,dia mengambilnya saat kau menangkapnya saat kasus pencurian Bank dan sepertinya ia jatuh cinta padamu.Apa kau ingat?”Jaejoong mengernyitkan dahinya.

“Oh perempuan menyebalkan itu,lencananya apa masih kau simpan?”Jaejoong mengangkat kakinya,lalu duduk menyila.

“Masih kusimpan,ini. . . . .punyamu juga?”aku menatap Jaejoong,tapi ia hanya memandang lurus ke depan.

“Lencana ini punya kakakku,di dalamnya terdapat foto keluarga kami dan foto keluarga ‘Anak Emas’.Itu hadiah dariku di ulang tahunnya yang ke 24.”mata Jaejoong menerawang ke sebuah memori masa lalu.

“Aku memberikannya untuk memberi tahu padanya kalau aku akan selalu melindunginya,sama seperti lencana itu yang melindungi foto keluargaku.Dan jika kau bertanya kenapa aku menyimpan foto Anak emas itu karena aku ingin mencari tahu Siapa Puteri dari Anak Emas itu.”

“Jadi ini punyamu?”Jaejoong mengangguk pelan.

“Dan kau yang menyelamatkanku juga?”tanyaku.Aku ingat saat aku  tertangkap dan anak buah paman Lee ingin menembakku ada seorang intelijen yang melindungiku.Orang-orang itu tidak akan membiarkan anggota mereka tertangkap dalam keadaan hidup,jadi saat aku tertangkap mereka berusaha membuatku mati.Tapi dengan gagahnya seseorang menyelamatkanku dan membuatku hidup sampai sekarang.

“Oppa!”belum sempat Jaejoong menjawab pertanyaanku,Sojoong menghampiri kami.

“Ada apa?”tanya Jaejoong lembut.

“Temanku ingin bicara denganmu oppa.”

“Suruh temanmu kesini saja.”

Sojoong menarik Jaejoong agar bangkit dari duduknya,Jaejoong yang tidak mau kalah pun tetap mempertahankan duduknya sambil berpegangan di bangku.Mereka sangat lucu.

“Bicaranya disini saja!”Sojoong pun mengalah lalu meninggalkan kami.

“Ini pasti rencana Yoochun!”gerutu Jaejoong,Sojoong kembali dengan teman laki-lakinya.

“Oppa ini temanku Minho.”Sojoong dan Minho duduk berhadapan dengan kami.

“Jadi apa yang ingin kau bicarakan Minho-a?”

“Ehm hyung,aku adalah kakak kelas Sojoong dan aku menyukainya.Sojoong bilang orang yang menyukainya harus minta izin dari kakaknya terlebih dahulu.Jadi aku disini untuk meminta izin padamu.”

“Hahahaha. . .”aku tertawa mendengar Minho yang sepertinya sudah mempersiapkan kata-kata ini.Sojoong menatap Jaejoong dengan penuh harap. Yoochun, Yoona, Yuri dan Yunho pun memperhatikan dengan harap-harap cemas.

“Kenapa tertawa?”tanya Jaejoong padaku,mukanya menunjukkan ketidak sukaan.

“Ayolah biarkan adikmu berpacaran dengan orang yang dia sukai,lagipula Sojoong sudah besar kan?Apa kau tidak pernah berpacaran ya?”

“Ah baiklah,baiklah kau Minho dan Sojoong boleh berpacaran asalkan jangan pernah membuat sedih adikku ya!”Senyuman mengembang dari bibir semuanya kecuali Jaejoong.

“Sudah sana bersenang-senanglah,aku sedang bicara dengan Jessica.”Jaejoong mengusir Sojoong  dan Minho.

“Ah oppa bilang aja lagi pedekate sama Sica eonnie.”

“Udah sana pergi,pergi!”Jaejoong mengusir mereka seperti mengusir ayam.

“heh. . .”aku terkekeh.

Jaejoong terdiam,suasana menjadi hening kembali.

“Jadi apa benar kau yang menyelamatkanku?”tanyaku.

“Aku hanya melindungi tersangka sekaligus saksi.Dan tentang gelang itu,Jessica-ssi kau adalah anak pertama anak emas dan sekarang kau mencari adikmu kan?”Aku menatap Jaejoong yang kini juga menatapku.

Orang ini tahu darimana semua rencanaku?

“Aku mengambil sampel rambutmu dan sudah mencocokannya.Tentang adikmu . . .”perkataan Jaejoong menggantung.

“Apa kau tahu tentang adikku?”Aku mengguncangkan badannya.Jaejoong melepaskan tanganku.

“Aku akan mengatakannya saat semua sudah pulang.”Jaejoong meninggalkanku dan bergabung dengan yang lainnya.

Eomma,appa sebentar lagi aku akan mengetahui keberadaan Krystal.

“Sica-ah ayo sini!”Yoona memanggilku,aku menghampiri mereka yang sedang memotong tiramissu.Jaejoong memberikan potongan tiramissu padaku.

“Tidak usah dipikirkan kata-kataku tadi,ayo makan!”­Aku memakan tiramissunya, tiba-tiba saja Jaejoong membersihkan bibirku dengan tissue.

“Makannya pelan-pelan saja nona Jung.”

“Gomawo.”ucapku canggung,Jaejoong balas tersenyum.Seketika hatiku berdesir jantungku pun berdetak cepat.

Author POV

Pukul 21.45 KST

Acara yang dimulai sejak pukul 15.30 itu pun berakhir,Yoochun mengantar Yoona.Yunho pun mengantar Yuri dan Minho pun mengantar Sojoong.Yang tersisa tinggal Jaejoong dan Jessica.Jaejoong sedang merapikan meja,dia menyuruh Jessica untuk tetap duduk dan tidak membantunya.

Jaejoong masuk ke dalam ruangan lalu kembali dengan sebuah map coklat di tangannya.Ia duduk berhadapan dengan Jessica kini.

“Aku sudah menunggu untuk waktu yang lama,agar bisa berbicara langsung dengan puteri anak emas.Adikmu masih hidup dan dia berada di tempat yang aman.Jika aku memberi tahu keberadaannya apa yang kau lakukan selanjutnya?”

Jessica terdiam sesaat,”Aku akan mengambilnya dan mengajaknya pergi meninggalkan negeri ini dan memulai kehidupan baru di Amerika.”

“Kau terlalu egois, seharusnya kau bertanya pada adikmu apa yang ia inginkan? Jika dia menolak rencanamu apa kau akan memaksanya?”Jaejoong meneguk airnya.

“Akan kupikirkan nanti.”balas Jessica.

“Baiklah aku tidak bisa memisahkan dua orang dengan ikatan darah,ini hasil tes DNA mu dengan DNA adikku.”Jaejoong menyerahkan mapnya pada Jessica,Jessica segera membukanya.Setelah membacanya Jessica menangis.

“Kakakku memakai gelang punya Sojoong agar dianggap sebagai puteri Anak emas untuk melindungi Sojoong,namun saat ia merasa ada beberapa orang yang selalu mengawasinya ia memberikan gelang itu padaku dan menceritakan kalau Sojoong bukanlah adik kandungku.Orang-orang organisasi itu pun membunuh kakakku karena dianggap menyembunyikan keberadaan puteri bungsu Anak Emas.Setelah kejadian itu aku selalu memakai gelang itu untuk menarik perhatian orang-orang yang telah membunuh kakak dan ibuku.”mata Jaejoong berkaca-kaca saat menceritakan kisahnya,Jessica yang mendengar berhenti menangis.

“Kita akan mengatakan pada Sojoong besok,sekarang kau istirahat saja di apartemenku.Ayo!”Jessica masih terdiam di kursinya,sampai Jaejoong menarik tangan Jessica lalu menuntunnya ke mobil.Mereka pun istirahat untuk malam ini.

@@@@@@@@@@@

Keesokkan paginya,Jaejoong yang mengenakan kemeja bewarna pink dan jelana denim bewarna hitam tengah memasak dan menyadari kedatangan Jessica.

“Bagaimana tidurmu?”

“Lebih baik dari malam-malam di penjara.”Jessica yang masih mengenakan baju yang semalam duduk di meja makan milik Jaejoong.Jaejoong meletakkan piring berisi pasta di depan Jessica.

“Ayo makan,setelah itu kau mandi lalu kita ke rumahku.”

“Mandi?tapi aku tidak bawa baju.”

“Aku tahu itu,aku sudah menyiapkan baju untukmu.”Jessica tersenyum lalu menyantap makanannya.

Setelah menunggu sekitar 25 menit akhirnya Jessica keluar dari kamar Jaejoong.Jessica mengenakan atasan bewarna biru muda dan celana denim bewarna biru tua.Jessica nampak cantik dengan rambut hitamnya yang digerai.Jaejoong sedikit terpukau dengan pemandangan di depannya.

“Kita pergi sekarang Je?”

“Ne.”Mereka pun menuju parkiran lu berhenti di depan sebuah mobil Lamborghini bewarna metalic.

“Ini mobilmu?”Jessica tidak percaya karena mobil yang ada di hadapannya adalah mobil yang tergolong langka di Korea.

“Ya tentu saja,ayo cepat masuk.”

“Wah ini baru mobil yang cocok untuk seorang intelijen sepertimu.”

Mereka pun menuju kediaman Jaejoong untuk menemui Sojoong,mobil melaju di sebuah perumahan mewah komplek para intelijen tinggal.Mobil pun berhenti di depan sebuah rumah bernuansa modern.Jaejoong menyuruh Jessica turun tapi Jessica enggan turun.

“Ayo!”

“Aku takut Sojoong tidak menerimaku.”Jessica menggelengkan kepalanya.Tapi Jaejoong menariknya lalu menggenggam tangan Jessica.Mereka memasuki ruang tamu dan disambut oleh beberapa pelayan.

“Dimana appa dan Sojoongie?”tanya Jaejoong.

“Tuan dan nona ada di ruang keluarga,Anda sudah ditunggu.”Jaejoong membawa Jessica ke ruang keluarga.Disana sudah ada Sojoong dan ayah Jaejoong yang sedang ngobrol.Jaejoong dan Jessica memberi hormat pada ayahnya.Ayah Jaejoong mempersilahkan mereka duduk.

“Apakah appa sudah berbicara pada Sojoong?”Jaejoong bertanya pada ayahnya,ayahnya pun mengangguk.

“Sudah,adikmu anak yang pintar,dia sudah mengetahui sejak dia belajar mengenai genetika di junior high school.”

“Sojoong-ah mendekatlah pada oppa!”Jaejoong memeluk Sojoong yang kini duduk di sampingnya.

“Kapan kau mengetahuinya?Apa yang kau rasakan hem?Jangan sedih oppa selalu bersamamu.”Sojoong menatap Jaejoong.

“Karena aku tahu meskipun hari ini akan datang,tapi appa dan oppa akan selalu di sampingku.Awalnya aku takut tapi aku melihat bagaimana appa menyayangiku,aku percaya kalau kalian tidak akan pernah meninggalkanku.”ucap Sojoong seraya memainkan rambutnya.

“Lalu apa kau tahu siapa kakak kandungmu?”Sojoong menggeleng.Jaejoong menarik Jessica agar mendekat padanya.

“Jessica eonnie adalah kakakmu juga sekarang,kau harus menyayanginya seperti kau menyayangi Tiffany eonnie,Arasso!”

“Kau tidak terkejut?”tanya Jessica pada Sojoong,yang bersikap seolah-olah sudah mengetahui sebelumnya.

“Aku sudah memutuskan jika nanti aku akan bertemu dengan orang tua atau saudara kandungku aku akan menyayangi mereka,tapi jika mereka bertanya apakah aku akan tinggal bersama mereka maka aku akan menjawab tidak karena inilah keluargaku keluarga Kim Sojoong.”Jessica terlihat tersenyum namun saat mendengar kata-kata terakhir Sojoong ia menjadi sedih.Jaejoong yang melihat perubahan raut wajah Jessica segera merangkulnya,Kemudian membisikkan sesuatu pada Jessica.

“Kau terlihat cantik saat sedih.” Sontak Jessica yang mendengarnya langsung tersenyum kembali.Jaejoong melepas rangkulannya pada Jessica,ia menatap adiknya.

“Sojoong-ah apa kau ada acara hari ini?”Sojoong mengangguk.

“Aku ingin memperkenalkan Minho pada appa.”

“Minho siapa?”tanya Ayah Jaejoong,Jaejoong tersenyum.

“Orang yang sedang dekat dengan anak kecil ini.”Jaejoong mencubit pipi Sojoong.

“Ehm Jessica-ssi kau tinggal dimana?”tanya ayah Jaejoong.Jessica memberanikan diri menatap ayah Jaejoong.

“Aku belum mencari tempat tinggal tuan.”

“AHHH jangan panggil aku tuan,panggil saja Appa!Oh ya bagaimana kalau kau tinggal di rumah kami agar kau lebih akrab dengan Jaejoong dan anak-anakku.”Ayah Jaejoong menawarkan Jessica untuk tinggal bersama.Jaejoong melepas pelukannya pada Sojoong lalu menatap ayahnya dan Jessica bergantian.

“Kau setuju kan Sojoongie?”tanya Ayah Jaejoong pada Sojoong yang sedang tersenyum.

“Aku lebih setuju kalau Jessica eonnie dan Jaejoong oppa tinggal disini,lagipula sebentar lagi Yoochun oppa dan Yoona eonnie akan menikah,pasti kita akan disibukkan dengan pestanya.”

“Tidak ada hubungannya aku dengan pernikahan Yoochun.Kau ini!”

“Ada lah oppa,kan Jessica eonnie dan oppa yang akan mengurusinya.Terus kalo oppa tinggal di apartemen itu Cuma membuat repot saja.”

“Sudahlah Je,turuti saja kemauan adikmu memangnya kau tidak mau melihatnya senang?Jessica bisa tinggal di kamar Tiffany.”ucap ayah Jaejoong.

Jaejoong tidak suka tidur di rumahnya karena semua yang ada di rumah itu selalu mengingatkannya pada mendiang ibu dan kakaknya dan itu membuatnya merasa bersalah.Dulu kakak dan ibunya selalu melarangnya dan Yoochun agar tidak mengikuti jejak ayahnya.Yoochun yang penurut mengikuti saran ibu dan kakaknya dengan kuliah di jurusan manajemen,berbeda dengan Jaejoong yang bersikeras mengikuti akademi itu.Namun setelah lulus Yoochun dipaksa Jaejoong untuk masuk dunia intelijen,Jaejoong pula yang mengajari Yoochun melawan ibu dan kakaknya.Karena itulah saat ia masuk ke kamar Tiffany untuk mengantar Jessica mata Jaejoong memanas.Jessica yang melihat raut sedih di wajah Jaejoong menarik Jaejoong keuar dari kamar Tiffany.

“Jaejoong aku lapar,bisa kita keluar?”Jaejoong tersenyum melihat sikap manja Jessica,ia pun menarik Jessica ke mobilnya.

“Aku mau makan di restoran mahal dan kau harus mentraktirku!”ucap Jessica.

“Kenapa harus aku yang mentraktirmu?”balas Jaejoong,sambil mengendarai mobilnya.

“Karena aku sedang sedih dan kau punya uang sedangkan aku tidak.Ayolah!”Jessica menunjukkan aegyonya.Jaejoong pun tertawa.

“Wajahmu sangat aneh!”Jessica menarik baju Jaejoong.

“Ya ya ya,kau baik deh kalau mentraktiku.”

“Ne aku akan mentraktirmu.”Jaejoong memasuki tempat parkir umum.

“Kita akan pergi dengan bus,aku sedang malas nyetir.”

“Apa kau mengajakku kencan Tuan Kim?”Jessica menyenggol Jaejoong.Jaejoong hanya tertawa lalu mengejar Jessica yang berlari meningalkannya.

Hallo semuanya!makasih ya udah mampir ke blogku.Hanya sekedar info ini adalah part sebelum terakhir dan semoga kalian enjoy dengan ceritanya. 🙂

The Life of an Agent Part 5

Jessica POV

Srekk. . .krek. . .krek. . . .

Suara apa itu,mengganggu tidurku saja.Kruk. . .kruk. . . .krukk.

Lapar,itu yang kurasakan sekarang.Ternyata aku ketiduran di sofa,aku memutar bola mata mencari sumber suara.Ternyata Jaejoong sedang makan.Dia tersenyum.

“Kau sudah bangun?Ayo makan!”ajak Jaejoong.Sikapnya seolah-olah tidak terjadi sesuatu antara kami.Aku bangun dan menghampirinya.Di meja hanya tersedia nasi goreng.

“Aku hanya membeli nasi goreng.Jika kau tidak suka,kau boleh order ko.”Lagi-lagi Jaejoong tersenyum,menyebalkan sekali.Jujur aku adalah tipe orang yang tidak suka kepura-puraan.Aku lebih suka orang yang menunjukkan rasa tidak sukanya daripada orang yang menyembunyikannya dan berbohong untuk menutupinya.

“Kenapa diam aja,ayo makan!”Jaejoong menarikku duduk.Ia menyodorkan piring berisi nasi goreng itu.

“Kau tidak suka?”tanyanya,aku menggeleng.

“Kenapa kau bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa?”Lelaki ini sungguh menyebalkan,tabiat seorang intelijen.

“Apa aku harus menjadi seorang pendendam,kita adalah partner jadi aku tidak mungkin marah padamu meskipun kau telah melecehkanku dan organisasiku.Sekarang kau mau makan atau tidak?Jangan sampai kau sakit.”Jaejoong meninggalkan meja makan,ia pindah ke sofa lalu menonton TV.Tentunya saluran berita.

Karena lapar,aku pun memakan nasi goreng yang ada di hadapanku.Aku tidak benar-benar menikmati nasi goreng ini,pikiranku melayang kemana-mana terlintas sebuah rencana dalam otakku.Kulihat Jaejoong masih sibuk dengan ponsel dan tv,baguslah. . .

Author POV

Sinar matahari membuat Jessica terusik dari tidurnya.Haus,itulah yang dirasakan Jessica kini.Ia segera keluar kamar,ternyata Jaejoong sedang minum teh dan membaca koran.

“Kau sudah bangun.”sapa Jaejoong.Jessica mengacuhkan Jaejoong dan segera mengambil minum.

Jaejoong meletakkan koran yang dibacanya lalu mengambil sebuah kotak lalu menyerahkannya pada Jessica.Jessica dengan wajah yang bingung membuka kotak tersebut.Sebuah gaun simple tapi terlihat mewah berwarna silver berada di tangan Jessica.Jessica yang merasa kagum dengan gaun itu tanpa sadar membuka mulutnya terlalu besar.

“Hey tutup mulutmu! Ini gaun untuk nanti malam dan kau juga akan mengenakan topeng.Tugasmu sangat mudah yaitu memancing agar Pemimpin organisasi itu keluar dari persembunyiannya setelah itu serahkan semuanya pada kami.”

“Jika aku berhasil apa yang akan kudapatkan?dan jika aku tidak berhasil?”tanya Jessica.

“Jika kau berhasil kemungkinan kau akan dapat remisi dari negara.Dan kalaupun kau gagal kau tidak akan dapat apa-apa.Tapi aku mohon berusahalah menangkapnya.”Kali ini Jaejoong menampilkan wajah memelasnya.

“Sepertinya kau sangat berharap misi ini akan berhasil,kenapa?”

Jaejoong menatap Jessica lekat,”Karena aku tidak ingin ada korban selanjutnya Jessica-ssi,Jadi bekerjalah dengan baik.”

@@@@@@@@@@@

Pukul 19.58 KST

Jaejoong terbangun dari tidur panjangnya.Jaejoong segera bangun dan mencari Jessica,tetapi orang yang dicarinya tidak ada.Jaejoong melihat kotak yang berisi gaun pun kosong.Pria ini mengacak-acak rambut hitamnya frustasi.

Jaejoong POV

Sial!dia melarikan diri.Sebuh pesan masuk ke ponselku.

‘Semua pasukan telah siap,Kami menunggu perintah.’

Aku segera mengganti bajuku dengan jas yang telah kusiapkan tak lupa aku mengenakan topeng.Aku mempercepat langkahku menuju tempat kontes judi.

Jessica POV

Aku berhasil membuat si Tuan Intelijen tertidur pulas,aku segera memasuki area Kontes Judi.Atmosfernya sangat familiar bagiku.Aku menunjukkan kartu identitas palsu yang diberikan Jaejoong.

“Anda sendiri nyonya?tidak bersama suami anda?”aku tersentak mendengar pertanyaan penjaga gerbang.Aku lupa kalau statusku di kartu identitas itu adalah sebagai istri Kim Yongwoon,nama samaran Jaejoong.

“Ia menyusul.”ucapku,petugas itu membungkuk lalu memberi jalan.Kontes belum dimulai aku pun mencari tempat duduk yang strategis.Disebelahku ada dua orang pria mereka terlihat sedang dalam pembicaraan yang cukup serius.

“Kau serius?”tanya seorang pria.

“Aku akan menyerahkan diri pada polisi besok.”

“Apa kau juga melaporkan bos dan yang lainnya juga?”

“Aku tidak tahu.Setiap malam Anak emas selalu muncul di mimpiku,dia ingin membunuhku.Dan sampai sekarang kita tidak tahu keberadaan puteri bungsu anak emas.Ini sudah lima belas tahun berlalu dan kita belum dapat membunuh anak itu.Lebih baik aku menyerah dan menyerahkan diri.”

“Hey bodoh!lebih baik kau buang jauh-jauh rencanamu ini.Lagipula yang menembak anak emas bukan kita tapi bos.Kita hanya membantunya saja.Buang jauh-jauh pikiranmu itu!Ini minumlah!”

Aku mendengar percakapan mereka,keringat membasahai tubuhku dan tubuhku sedikit bergetar.Ternyata benar kata Jaejoong kalau pamanlah pembunuh appa dan eomma.Aku diselimuti pikiran untuk balas dendam.Aku mencari dimana ruang Lee ahjuhssi.Kulihat di depan pintu ada dua orang penjaga.Saat sedang berpikir  mencari cara agar dapat masuk tanpa mereka ketahui,tiba-tiba salah seorang penjaga meninggalkan pintu.Tinggal satu orang!

Bruk!aku menjatuhkan diriku.

“Aww. . .”aku meringis kesakitan.Si penjaga lalu menghampiriku.

“Anda tidak apa-apa nona?”tanyanya sambil membantuku berdiri,saat itu juga aku menjedotkan kepalanya ke tembok.Penjaga itu pun terkapar di lantai.Aku segera memasuki ruangan Lee ahjuhsi.

Aku melihat Lee ahjuhsi sedang duduk di sofa sambil merokok dan ia sendirian.Ia terkejut dengan kedatanganku.Lalu ia berdiri dan menyambutku.

“Welcome back my sweetie Sica!”

“Apa kabar Sica?Oh ya bagaimana kau bisa keluar dari tempat terkutuk itu?”Lee ahjussi kembali duduk di tempatnya.Aku berjalan menjauhi tempatnya.

“Apa yang tidak bisa dilakukan seorang Jessica paman.”

“Bagus,itu baru anak didikanku.”ucapnya bangga.

“Baiklah untuk menyambut kedatanganmu mari kita bergabung dengan yang lainnya di meja judi.”

“Tidak perlu!”ucapku tegas.”Wae?apa kau lupa cara berjudi?”tanyanya.

“Tidak,karena aku kesini untuk mengambil nyawamu paman!”aku segera mengeluarkan pistol yang kucuri dari Jaejoong.Kuarahkan pada paman Lee.

“Hahahaha. . . .lucu sekali kau.Untuk apa membunuhku?”Paman Lee menertawai perbuatanku.

“Kau. . .kau pembunuh ayah dan ibuku!kau harus mati!”

Dakk!

“Argh!!”seseorang menendang punggungku hingga aku terjatuh.

Jaejoong POV

Aku segera berlari memasuki area Judi,kucari Jessica tetapi aku tidak menemukannya.Aku menghindari arena utama,kutelusuri lorong-lorong itu.

“Arghh!”terdengar teriakan,seperti suara Jessica.Aku segera berlari mencari sumber suara.Aku melihat Jessica tertangkap oleh si pemipin organisasi hitam itu,dialah Lee Hyuk Jae.Orang yang telah membunuh Ibu dan Kakak perempuanku.

Author POV

“Kau sudah tahu Sica siapa pembunuhnya,lalu apa yang akan kau lakukan HAH?”Hyuk Jae menodongkan pistolnya ke leher Jessica.Sementara dua orang anak buahnya sedang memperhatikan dengan seksama.

Nafas Jessica memburu,keringat bercucuran di dahinya dan matanya melotot menandakan kemurkaannya pada pria tua yang kini membekapnya.

Brak!Pintu terbuka.Seorang pria yang menggunakan jas silver senada dengan gaun yang Jessica kenakan mengarahkan pistolnya pada Hyuk Jae.

Dua orang anak buah Hyuk Jae dengan sigap menyerang pemuda itu yang tak lain adalah Jaejoong.Dalam sekejap Jaejoong dapat melumpuhkan dua orang penjaga itu.

“Hosh. . .hosh. . .Menyerahlah Lee Hyuk Jae!”Jaejoong kembali mengarahkan pistolnya pada Hyuk Jae.

“Hah,Jika kau mendekat aku akan membunuh gadis ini.”ancam Hyuk Jae.Hyuk Jae berjalan mundur menuju pintu hendak melarikan diri.Jaejoong segera berlari ke arah pintu dan menutupnya.Saat itulah Jessica menggigit tangan Hyuk Jae.Jessica lolos dari dekapan Hyuk Jae dan berlari menjauhi Hyuk Jae.Tidak terima dengan perlakuan Jessica,Hyuk Jae segera mengarahkan pistolnya ke Jessica.DOR!!DOR!!peluru menamcap di lengan kiri Jaejoong yang tengah berlari melindungi tubuh Jessica, bersamaan dengan jatuhnya Hyuk Jae ke lantai yang terkena tembakan  Jaejoong.

“Jangan bergerak!”masuklah pasukan intelijen dan membawa Hyuk Jae yang terkena tembakan di bagian kaki.Jaejoong pun berdiri dan menyerahkan Jessica pada Yuri teman satu timnya.

“Aku baik-baik saja Yul!”Jaejoong meyakinkan Yuri agar membawa Jessica dan meninggalkannya.Para petugas berlalu lalang memeriksa setiap sudut TKP.Meski tangannya terluka Jaejoong tetap bersikeras mengikuti olah TKP.

Sebuah foto menarik perhatian Jaejoong,sebuah foto keluarga yang sama seperti yang ia temukan beberapa tahun yang  lalu namun foto itu hilang saat Jaejoong sedang tugas menangkap Jessica.Ia segera mengambil foto itu dan memasukkan ke saku celananya.Jaejoong segera menuju mobil medis.

“Kau terluka Jae?”ucap Yunho sambil memberikan minuman hangat pada Jaejoong.Jaejoong tersenyum lalu meminum tehnya.”Luka ini membuatku bangga,hahaha.”

Tes. . .tes. . .air mata membasahi pipi Jaejoong.”Akhirnya aku bisa menangkapnya,orang yang membuat ibu dan kakakku meninggal.”

“Selamat Jae,Kau berhasil!”ucap Yunho sambil menepuk bahu Jaejoong.Jaejoong hanya membalas dengan senyuman sambil menyeka air matanya.

“Kau harus kembali ke kamarmu,kau harus istirahat Jae dan jangan pikirkan soal tugasmu ya!”Yunho mengantar Jaejoong ke kamarnya.Sebenarnya sih Yunho ingin melihat wajah asli ‘Queen of gamble’ sekalian menjemput Yuri kekasihnya.

@@@@@@@@@@

Jessica POV

Aku duduk di sofa kamar hotel bersama dengan seorang intelijen perempuan berparas cantik namun terlihat tegas bernama Kwon Yuri.Aku khawatir dengan keadaan Jaejoong karena ia terluka tadi.

Ting Tong!Yuri segera membuka pintu.Terlihat dua orang pria bersamanya.

Jaejoong menatapku,aku hanya menunduk.Aku menyesal dengan semua perbuatanku.

“Wah ternyata kau memang cantik ya!hey Kenalkan namaku Jung Yunho,siapa namamu?”tanya pria yang datang bersama Jaejoong.

“Jessica Jung.”Aku kembali menundukkan kepalaku.Sementara laki-laki bernama Yunho itu sudah ditarik paksa oleh Yuri.

“Kau baik-baik saja?”tanya Jaejoong yang kini duduk di sampingku.

Aku mengangguk,”Aku akan mengembalikanmu ke penjara besok,jadi sekarang istirahatlah.”

Tidak banyak yang ia katakan,tapi aku merasa dia adalah orang yang sangat baik.Aku merasa bersalah padanya.

@@@@@@@@@@

Keesokkan paginya aku dan Jaejoong meninggalkan hotel itu,namun petugas intelijen masih terlihat berkeliaran disana.Kami meninggalkan hotel pukul 07.15 KST.

Di perjalanan tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulutku ataupun Jaejoong.

“Jessica-ssi sepertinya kau akan terlambat ke penjara,tapi aku akan bertanggung jawab.”

“Kita mau kemana?”tanyaku.

“Aku ada perlu sebentar.”aku tidak ingin bertanya apa-apa lagi padanya.Ternyata mobil berhenti di pemakaman.

Jaejoong turun,”kau mau ikut atau disini saja?”tanyanya padaku.

“Aku ikut.”ucapku.Aneh dia tidak memborgolku.Langkah kami berhenti di depan sebuah nisan.

Jaejoong menutup matanya,sepertinya ia sedang berdo’a,kemudian ia ke makam disebelahnya dan melakukan hal yang sama.

“Ini adalah makam eomma dan noonaku.”Kami kembali ke mobil dan meneruskan perjalanan.

“Mianhe aku telah membuatmu repot dan terluka.”aku pun memberanikan diri berbicara dengannya.

Dia menatapku dan tersenyum,kali ini kulihat sebuah senyuman bahagia darinya.

“Gomawo karena kau telah membantuku menangkapnya,kau tidak perlu merasa bersalah pada luka kecil ini.”Jaejoong mengangkat tangan kirinya.

Drrt. . .drrtt. . .drrt. . .

Ponsel Jaejoong bergetar,ada panggilan masuk.

“Hallo”

“. . . . . . . . . .”

“Iya ini aku juga dalam perjalanan ke asrama Soojung.Kau tunggu disana ya!”

Jaejoong menatapku akupun balas menatapnya,”Wae?”tanyaku.

“Kita akan ke asrama adikku,tidak apa-apa kan?”tanyanya.Aku mengangguk,senangnya punya adik yang selalu ada di samping kita.Pikiranku pun melayang,dimana adikku berada?apa dia masih hidup atau tidak ya?

Aku mempunyai seorang adik perempuan,kami terpisah di malam saat pembunuhan eomma dan appaku.Tanpa terasa kami pun sudah sampai di depan sebuah klinik sekolah.

“Ayo!”Jaejoong terlihat sangat bersemangat.Jaejoong membeli makanan dan minuman di kantin yang ada di samping klinik.Kami memasuki sebuah ruang rawat.Kulihat ada Yoochun,Yoona dan seorang pasien perempuan.Mereka sedang tertawa bersama,suasananya sangat hangat.Rupanya si pasien menyadari kedatangan kami.

“Oppa!”Jaejoong sedikit berlari ke tempat tidur pasien dan langsung memeluk adiknya.

“Sojoong-ah!gimana udah baikkan sekarang?ini oppa beli soup di kantin.Ayo sarapan bersama!”Jaejoong mengelus kepala adiknya.

“Oppa tanganmu kenapa?”tanya Sojoong.

“Ini kemarin keserempet peluru,kau tidak usah cemas.”

“Je,kau tidak memperkenalkannya pada Sojoong?”Yoona mengingatkan keberadaanku.

“Sojoong kenalkan ini teman baru kami namanya Jessica Jung,dan Jessica-ssi ini adik kecilku namanya Sojoong.”

Kami pun menikmati sarapan bersama dengan soup yang dibeli Jaejoong tadi.

“Eonnie apa kau partner oppaku?”tanya Sojoong padaku.Aku melirik pada Jaejoong,dia menganggukan kepalanya.

“Ne,ada apa?”balasku.

“Aku mewakili oppaku meminta maaf atas segala sikapnya padamu.”aku bingung dengan perkataan Sojoong.

“Maksudmu?”tanyaku tidak mengerti.

“Oppaku ini seorang perfectionist dan hobinya marah-marah,pasti eonnie sering deh dimarahin sama oppa makanya aku minta maaf karena oppa ini jarang sekali meminta maaf pada orang,aku benar kan Yoona eonnie dan Yoochun oppa?”

Yoona dan Yoochun malah tertawa menanggapi ucapan Sojoong.Jaejoong hanya mencubit pipi adiknya itu.Kuperhatikan Jaejoong dan Sojoong memiliki hidung dan dagu yang sama,tapi Sojoong lebih mirip menjadi adiknya Yoona dan Yuri.

“Oppa lihat gelang yang dipakai Jessica eonnie sama seperti gelang oppa yang hilang ya?”Aku segera melihat ke arah gelang yang kupakai,semua mata kini mengarah ke gelangku.

“Tidak sama hanya mirip Sojoong-ah.”ucap Yoochun.

“Jessica-ssi bisa bicara sebentar?”tanya Yoochun padaku.Aku mengangguk lalu mengikuti Yoochun.

@@@@@@@@@@@

Yoochun membawaku ke tempat yang sedikit sepi.Wajahnya tampak serius kini.

“Jessica-ssi apa benar ini gelangmu?kumohon jawablah dengan jujur.”Aku tidak mengerti ada apa dengan gelangku ini.Ini memang benar milikku.

“Ne,ini memang gelangku.Memangnya mirip dengan gelangnya Jaejoong?”tanyaku.

“ya mirip dengan gelang Jaejoong hyung yang hilang.Itu adalah gelang yang diberikan Tiffany noona sehari sebelum kepergiannya.Tiffany noona adalah kakak perempuan Jaejoong dan kakak angkatku.”

“Pergi ke?”

“dia dibunuh oleh organisasi hitam itu,karena ayahku adalah pemimpin intelijen.Oh ya boleh aku tahu kau beli dimana gelang itu?”

“Ini pemberian ayahku pada anak-anaknya.Aku tidak tahu beli dimana.”

Apa ini saatnya aku bertanya pada Yoochun tentang hal itu.

“Ehm Yoochun-ssi apa kau pemilik mobil ferari merah itu?”tanyaku.

“ne.”Yoochun mengangguk.

“apa kau juga yang menangkapku?”

“Aku memang dalam tim itu,tapi yang menangkap kau bukan aku.”

“Boleh aku tahu siapa yang menangkapku saat itu?”

“Maaf Jessica-ssi itu privasi kami.”Yoochun berniat meninggalkanku yang terkesan seperti sedang mengiterogasinya.

“Kalau begitu apa kau tahu ini milik siapa?”tanyaku pada Yoochun sambil memperlihatkan sebuah lencana yang di dalamnya terdapat dua foto keluarga .Kulihat raut wajah Yoochun berubah cemas.

“Jessica-ssi sebaiknya kita kembali ke kamar Sojoong.”Yoochun meninggalkanku.Aku mengejarnya.

“Kumohon jawablah pertanyaanku.”Yoochun menghentikan langkahnya.

“Sebaiknya kau tanyakan pada Jae hyung langsung.”Yoochun memasuki ruang rawat Sojoong,sedangkan aku menahan tangis.

Author POV

Yoochun masuk ke ruang rawat Sojoong sendirian,lalu dimana Jessica?Jaejoong yang panik segera keluar mencari Jessica.Dilihatnya Jessica sedang duduk di bangku tunggu sambil menunduk.Jaejoong menghampiri Jessica.Ternyata Jessica sedang menangis.Jaejoong memberikan sapu tangannya pada Jessica.Ia pun duduk di sampingnya.

“Kau tunggu disini ya,aku mau pamit pada Sojoong dulu.”Jessica tidak berkata hanya mengangguk.

Beberapa menit kemudian Jaejoong kembali lalu merangkul Jessica membimbing gadis ini menuju mobil.

“Aku kesal melihat perempuan menangis jadi berhentilah!”ucap Jaejoong seraya memukul setir mobilnya.Jessica pun berhenti menangis.

“Apa yang terjadi?Apa kau ditolak Yoochun?”pertanyaan Jaejoong justru membuat Jessica kesal,Jessica pun memukul-mukul lengan Jaejoong,Untungnya lengan yang sebelah kanan bukan yang sebelah kiri.

“Jaejoong apa kau tahu siapa orang yang menangkapku?”tanya Jessica.

“Apa kau berniat balas dendam pada orang yang telah menagkapmu?”

Jessica menggeleng,”Aku hanya ingin mengembalikan ini dan berbicara padanya.”

Mata Jaejoong membesar melihat lencana yang dipegang Jessica,reaksi yang sama dengan Yoochun.

“Aku akan menjawabnya setelah kau menyelesaikan masa tahananmu,apa kau setuju?”tanya Jaejoong.Jessica kaget dengaan jawaban Jaejoong.

Jessica terlihat berpikir,”Baiklah aku setuju.Tapi kau janji akan menjelaskan semuanya padaku tentang anak dari Anak Emas itu.”

Jaejoong mengangguk.Perjalanan pun dilanjutkan dengan suasana hening karena dua orang ini larut dalam pikiran yang berbeda.

@@@@@@@@@@@

Enam bulan kemudian. . . .

Seorang perempuan cantik berjalan dengan senyuman di wajahnya.Ia terlihat sangat senang karena ia baru bebas dari tahanan.Perempuan itu mengenakan t-shirt bewarna abu-abu dan celana denim hitam,rambutnya dikuncir satu kebelakang memperlihatkan leher jenjangnya dan sebuah tas berukuran kecil menemaninya.Tak berapa lama berjalan ia memberhentikan sebuah taksi.Taksi itu membawa Jessica lalu berhenti di sebuah gedung bertingkat yang terletak di ibu kota Korea Selatan,yaitu Seoul.Jessica turun ia mentap sekelilingnya,hiruk pikuk ibu kota.Orang-orang berlalu lalang dengan mobilitas cukup tinggi tanpa memperhatikan sekelilingnya.Jessica pun memasuki gedung itu,ia menuju meja resepsionis.

“Permisi,bisa saya bertemu dengan Jaejoong dari bagian Kriminalitas?”Jessica melemparkan senyuman pada sang resepsionis.

“Maaf nona,Kim Jaejoong sudah berhenti sejak lima bulan yang lalu.”

“Ehm apa anda tahu alamatnya atau nomor yang bisa dihubungi?”Jessica kembali bertanya.

“Maaf nona,kami tidak dapat memberitahunya.”Jessica lemas karena orang yang dicarinya tidak ada,ia berjalan keluar gedung itu.

“Jessica!”Sebuah suara memanggilnya.

 

Ayo tebak siapa yang manggil jessica???hehehe makasih ya udah mampir ke blogku =)

The Life of an Agent Part 4

Aku mau ngucapin terima kasih untuk teman-teman yang udah mampir ke blog ku 🙂

Jessica POV

Srekk. . .krek. . .krek. . . .

Suara apa itu,mengganggu tidurku saja.Kruk. . .kruk. . . .krukk.

Lapar,itu yang kurasakan sekarang.Ternyata aku ketiduran di sofa,aku memutar bola mata mencari sumber suara.Ternyata Jaejoong sedang makan.Dia tersenyum.

“Kau sudah bangun?Ayo makan!”ajak Jaejoong.Sikapnya seolah-olah tidak terjadi sesuatu antara kami.Aku bangun dan menghampirinya.Di meja hanya tersedia nasi goreng.

“Aku hanya membeli nasi goreng.Jika kau tidak suka,kau boleh order ko.”Lagi-lagi Jaejoong tersenyum,menyebalkan sekali.Jujur aku adalah tipe orang yang tidak suka kepura-puraan.Aku lebih suka orang yang menunjukkan rasa tidak sukanya daripada orang yang menyembunyikannya dan berbohong untuk menutupinya.

“Kenapa diam aja,ayo makan!”Jaejoong menarikku duduk.Ia menyodorkan piring berisi nasi goreng itu.

“Kau tidak suka?”tanyanya,aku menggeleng.

“Kenapa kau bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa?”Lelaki ini sungguh menyebalkan,tabiat seorang intelijen.

“Apa aku harus menjadi seorang pendendam,kita adalah partner jadi aku tidak mungkin marah padamu meskipun kau telah melecehkanku dan organisasiku.Sekarang kau mau makan atau tidak?Jangan sampai kau sakit.”Jaejoong meninggalkan meja makan,ia pindah ke sofa lalu menonton TV.Tentunya saluran berita.

Karena lapar,aku pun memakan nasi goreng yang ada di hadapanku.Aku tidak benar-benar menikmati nasi goreng ini,pikiranku melayang kemana-mana terlintas sebuah rencana dalam otakku.Kulihat Jaejoong masih sibuk dengan ponsel dan tv,baguslah. . .

Author POV

Sinar matahari membuat Jessica terusik dari tidurnya.Haus,itulah yang dirasakan Jessica kini.Ia segera keluar kamar,ternyata Jaejoong sedang minum teh dan membaca koran.

“Kau sudah bangun.”sapa Jaejoong.Jessica mengacuhkan Jaejoong dan segera mengambil minum.

Jaejoong meletakkan koran yang dibacanya lalu mengambil sebuah kotak lalu menyerahkannya pada Jessica.Jessica dengan wajah yang bingung membuka kotak tersebut.Sebuah gaun simple tapi terlihat mewah berwarna silver berada di tangan Jessica.Jessica yang merasa kagum dengan gaun itu tanpa sadar membuka mulutnya terlalu besar.

“Hey tutup mulutmu! Ini gaun untuk nanti malam dan kau juga akan mengenakan topeng.Tugasmu sangat mudah yaitu memancing agar Pemimpin organisasi itu keluar dari persembunyiannya setelah itu serahkan semuanya pada kami.”

“Jika aku berhasil apa yang akan kudapatkan?dan jika aku tidak berhasil?”tanya Jessica.

“Jika kau berhasil kemungkinan kau akan dapat remisi dari negara.Dan kalaupun kau gagal kau tidak akan dapat apa-apa.Tapi aku mohon berusahalah menangkapnya.”Kali ini Jaejoong menampilkan wajah memelasnya.

“Sepertinya kau sangat berharap misi ini akan berhasil,kenapa?”

Jaejoong menatap Jessica lekat,”Karena aku tidak ingin ada korban selanjutnya Jessica-ssi,Jadi bekerjalah dengan baik.”

@@@@@@@@@@@

Pukul 19.58 KST

Jaejoong terbangun dari tidur panjangnya.Jaejoong segera bangun dan mencari Jessica,tetapi orang yang dicarinya tidak ada.Jaejoong melihat kotak yang berisi gaun pun kosong.Pria ini mengacak-acak rambut hitamnya frustasi.

Jaejoong POV

Sial!dia melarikan diri.Sebuh pesan masuk ke ponselku.

‘Semua pasukan telah siap,Kami menunggu perintah.’

Aku segera mengganti bajuku dengan jas yang telah kusiapkan tak lupa aku mengenakan topeng.Aku mempercepat langkahku menuju tempat kontes judi.

Jessica POV

Aku berhasil membuat si Tuan Intelijen tertidur pulas,aku segera memasuki area Kontes Judi.Atmosfernya sangat familiar bagiku.Aku menunjukkan kartu identitas palsu yang diberikan Jaejoong.

“Anda sendiri nyonya?tidak bersama suami anda?”aku tersentak mendengar pertanyaan penjaga gerbang.Aku lupa kalau statusku di kartu identitas itu adalah sebagai istri Kim Yongwoon,nama samaran Jaejoong.

“Ia menyusul.”ucapku,petugas itu membungkuk lalu memberi jalan.Kontes belum dimulai aku pun mencari tempat duduk yang strategis.Disebelahku ada dua orang pria mereka terlihat sedang dalam pembicaraan yang cukup serius.

“Kau serius?”tanya seorang pria.

“Aku akan menyerahkan diri pada polisi besok.”

“Apa kau juga melaporkan bos dan yang lainnya juga?”

“Aku tidak tahu.Setiap malam Anak emas selalu muncul di mimpiku,dia ingin membunuhku.Dan sampai sekarang kita tidak tahu keberadaan puteri bungsu anak emas.Ini sudah lima belas tahun berlalu dan kita belum dapat membunuh anak itu.Lebih baik aku menyerah dan menyerahkan diri.”

“Hey bodoh!lebih baik kau buang jauh-jauh rencanamu ini.Lagipula yang menembak anak emas bukan kita tapi bos.Kita hanya membantunya saja.Buang jauh-jauh pikiranmu itu!Ini minumlah!”

Aku mendengar percakapan mereka,keringat membasahai tubuhku dan tubuhku sedikit bergetar.Ternyata benar kata Jaejoong kalau pamanlah pembunuh appa dan eomma.Aku diselimuti pikiran untuk balas dendam.Aku mencari dimana ruang Lee ahjuhssi.Kulihat di depan pintu ada dua orang penjaga.Saat sedang berpikir  mencari cara agar dapat masuk tanpa mereka ketahui,tiba-tiba salah seorang penjaga meninggalkan pintu.Tinggal satu orang!

Bruk!aku menjatuhkan diriku.

“Aww. . .”aku meringis kesakitan.Si penjaga lalu menghampiriku.

“Anda tidak apa-apa nona?”tanyanya sambil membantuku berdiri,saat itu juga aku menjedotkan kepalanya ke tembok.Penjaga itu pun terkapar di lantai.Aku segera memasuki ruangan Lee ahjuhsi.

Aku melihat Lee ahjuhsi sedang duduk di sofa sambil merokok dan ia sendirian.Ia terkejut dengan kedatanganku.Lalu ia berdiri dan menyambutku.

“Welcome back my sweetie Sica!”

Post Navigation