fafajung

Just another world of an ordinary girl

The Life of an Agent Part 4

Aku mau ngucapin terima kasih untuk teman-teman yang udah mampir ke blog ku🙂

Jessica POV

Srekk. . .krek. . .krek. . . .

Suara apa itu,mengganggu tidurku saja.Kruk. . .kruk. . . .krukk.

Lapar,itu yang kurasakan sekarang.Ternyata aku ketiduran di sofa,aku memutar bola mata mencari sumber suara.Ternyata Jaejoong sedang makan.Dia tersenyum.

“Kau sudah bangun?Ayo makan!”ajak Jaejoong.Sikapnya seolah-olah tidak terjadi sesuatu antara kami.Aku bangun dan menghampirinya.Di meja hanya tersedia nasi goreng.

“Aku hanya membeli nasi goreng.Jika kau tidak suka,kau boleh order ko.”Lagi-lagi Jaejoong tersenyum,menyebalkan sekali.Jujur aku adalah tipe orang yang tidak suka kepura-puraan.Aku lebih suka orang yang menunjukkan rasa tidak sukanya daripada orang yang menyembunyikannya dan berbohong untuk menutupinya.

“Kenapa diam aja,ayo makan!”Jaejoong menarikku duduk.Ia menyodorkan piring berisi nasi goreng itu.

“Kau tidak suka?”tanyanya,aku menggeleng.

“Kenapa kau bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa?”Lelaki ini sungguh menyebalkan,tabiat seorang intelijen.

“Apa aku harus menjadi seorang pendendam,kita adalah partner jadi aku tidak mungkin marah padamu meskipun kau telah melecehkanku dan organisasiku.Sekarang kau mau makan atau tidak?Jangan sampai kau sakit.”Jaejoong meninggalkan meja makan,ia pindah ke sofa lalu menonton TV.Tentunya saluran berita.

Karena lapar,aku pun memakan nasi goreng yang ada di hadapanku.Aku tidak benar-benar menikmati nasi goreng ini,pikiranku melayang kemana-mana terlintas sebuah rencana dalam otakku.Kulihat Jaejoong masih sibuk dengan ponsel dan tv,baguslah. . .

Author POV

Sinar matahari membuat Jessica terusik dari tidurnya.Haus,itulah yang dirasakan Jessica kini.Ia segera keluar kamar,ternyata Jaejoong sedang minum teh dan membaca koran.

“Kau sudah bangun.”sapa Jaejoong.Jessica mengacuhkan Jaejoong dan segera mengambil minum.

Jaejoong meletakkan koran yang dibacanya lalu mengambil sebuah kotak lalu menyerahkannya pada Jessica.Jessica dengan wajah yang bingung membuka kotak tersebut.Sebuah gaun simple tapi terlihat mewah berwarna silver berada di tangan Jessica.Jessica yang merasa kagum dengan gaun itu tanpa sadar membuka mulutnya terlalu besar.

“Hey tutup mulutmu! Ini gaun untuk nanti malam dan kau juga akan mengenakan topeng.Tugasmu sangat mudah yaitu memancing agar Pemimpin organisasi itu keluar dari persembunyiannya setelah itu serahkan semuanya pada kami.”

“Jika aku berhasil apa yang akan kudapatkan?dan jika aku tidak berhasil?”tanya Jessica.

“Jika kau berhasil kemungkinan kau akan dapat remisi dari negara.Dan kalaupun kau gagal kau tidak akan dapat apa-apa.Tapi aku mohon berusahalah menangkapnya.”Kali ini Jaejoong menampilkan wajah memelasnya.

“Sepertinya kau sangat berharap misi ini akan berhasil,kenapa?”

Jaejoong menatap Jessica lekat,”Karena aku tidak ingin ada korban selanjutnya Jessica-ssi,Jadi bekerjalah dengan baik.”

@@@@@@@@@@@

Pukul 19.58 KST

Jaejoong terbangun dari tidur panjangnya.Jaejoong segera bangun dan mencari Jessica,tetapi orang yang dicarinya tidak ada.Jaejoong melihat kotak yang berisi gaun pun kosong.Pria ini mengacak-acak rambut hitamnya frustasi.

Jaejoong POV

Sial!dia melarikan diri.Sebuh pesan masuk ke ponselku.

‘Semua pasukan telah siap,Kami menunggu perintah.’

Aku segera mengganti bajuku dengan jas yang telah kusiapkan tak lupa aku mengenakan topeng.Aku mempercepat langkahku menuju tempat kontes judi.

Jessica POV

Aku berhasil membuat si Tuan Intelijen tertidur pulas,aku segera memasuki area Kontes Judi.Atmosfernya sangat familiar bagiku.Aku menunjukkan kartu identitas palsu yang diberikan Jaejoong.

“Anda sendiri nyonya?tidak bersama suami anda?”aku tersentak mendengar pertanyaan penjaga gerbang.Aku lupa kalau statusku di kartu identitas itu adalah sebagai istri Kim Yongwoon,nama samaran Jaejoong.

“Ia menyusul.”ucapku,petugas itu membungkuk lalu memberi jalan.Kontes belum dimulai aku pun mencari tempat duduk yang strategis.Disebelahku ada dua orang pria mereka terlihat sedang dalam pembicaraan yang cukup serius.

“Kau serius?”tanya seorang pria.

“Aku akan menyerahkan diri pada polisi besok.”

“Apa kau juga melaporkan bos dan yang lainnya juga?”

“Aku tidak tahu.Setiap malam Anak emas selalu muncul di mimpiku,dia ingin membunuhku.Dan sampai sekarang kita tidak tahu keberadaan puteri bungsu anak emas.Ini sudah lima belas tahun berlalu dan kita belum dapat membunuh anak itu.Lebih baik aku menyerah dan menyerahkan diri.”

“Hey bodoh!lebih baik kau buang jauh-jauh rencanamu ini.Lagipula yang menembak anak emas bukan kita tapi bos.Kita hanya membantunya saja.Buang jauh-jauh pikiranmu itu!Ini minumlah!”

Aku mendengar percakapan mereka,keringat membasahai tubuhku dan tubuhku sedikit bergetar.Ternyata benar kata Jaejoong kalau pamanlah pembunuh appa dan eomma.Aku diselimuti pikiran untuk balas dendam.Aku mencari dimana ruang Lee ahjuhssi.Kulihat di depan pintu ada dua orang penjaga.Saat sedang berpikir  mencari cara agar dapat masuk tanpa mereka ketahui,tiba-tiba salah seorang penjaga meninggalkan pintu.Tinggal satu orang!

Bruk!aku menjatuhkan diriku.

“Aww. . .”aku meringis kesakitan.Si penjaga lalu menghampiriku.

“Anda tidak apa-apa nona?”tanyanya sambil membantuku berdiri,saat itu juga aku menjedotkan kepalanya ke tembok.Penjaga itu pun terkapar di lantai.Aku segera memasuki ruangan Lee ahjuhsi.

Aku melihat Lee ahjuhsi sedang duduk di sofa sambil merokok dan ia sendirian.Ia terkejut dengan kedatanganku.Lalu ia berdiri dan menyambutku.

“Welcome back my sweetie Sica!”

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: