fafajung

Just another world of an ordinary girl

The Life of an Agent Part 5

Jessica POV

Srekk. . .krek. . .krek. . . .

Suara apa itu,mengganggu tidurku saja.Kruk. . .kruk. . . .krukk.

Lapar,itu yang kurasakan sekarang.Ternyata aku ketiduran di sofa,aku memutar bola mata mencari sumber suara.Ternyata Jaejoong sedang makan.Dia tersenyum.

“Kau sudah bangun?Ayo makan!”ajak Jaejoong.Sikapnya seolah-olah tidak terjadi sesuatu antara kami.Aku bangun dan menghampirinya.Di meja hanya tersedia nasi goreng.

“Aku hanya membeli nasi goreng.Jika kau tidak suka,kau boleh order ko.”Lagi-lagi Jaejoong tersenyum,menyebalkan sekali.Jujur aku adalah tipe orang yang tidak suka kepura-puraan.Aku lebih suka orang yang menunjukkan rasa tidak sukanya daripada orang yang menyembunyikannya dan berbohong untuk menutupinya.

“Kenapa diam aja,ayo makan!”Jaejoong menarikku duduk.Ia menyodorkan piring berisi nasi goreng itu.

“Kau tidak suka?”tanyanya,aku menggeleng.

“Kenapa kau bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa?”Lelaki ini sungguh menyebalkan,tabiat seorang intelijen.

“Apa aku harus menjadi seorang pendendam,kita adalah partner jadi aku tidak mungkin marah padamu meskipun kau telah melecehkanku dan organisasiku.Sekarang kau mau makan atau tidak?Jangan sampai kau sakit.”Jaejoong meninggalkan meja makan,ia pindah ke sofa lalu menonton TV.Tentunya saluran berita.

Karena lapar,aku pun memakan nasi goreng yang ada di hadapanku.Aku tidak benar-benar menikmati nasi goreng ini,pikiranku melayang kemana-mana terlintas sebuah rencana dalam otakku.Kulihat Jaejoong masih sibuk dengan ponsel dan tv,baguslah. . .

Author POV

Sinar matahari membuat Jessica terusik dari tidurnya.Haus,itulah yang dirasakan Jessica kini.Ia segera keluar kamar,ternyata Jaejoong sedang minum teh dan membaca koran.

“Kau sudah bangun.”sapa Jaejoong.Jessica mengacuhkan Jaejoong dan segera mengambil minum.

Jaejoong meletakkan koran yang dibacanya lalu mengambil sebuah kotak lalu menyerahkannya pada Jessica.Jessica dengan wajah yang bingung membuka kotak tersebut.Sebuah gaun simple tapi terlihat mewah berwarna silver berada di tangan Jessica.Jessica yang merasa kagum dengan gaun itu tanpa sadar membuka mulutnya terlalu besar.

“Hey tutup mulutmu! Ini gaun untuk nanti malam dan kau juga akan mengenakan topeng.Tugasmu sangat mudah yaitu memancing agar Pemimpin organisasi itu keluar dari persembunyiannya setelah itu serahkan semuanya pada kami.”

“Jika aku berhasil apa yang akan kudapatkan?dan jika aku tidak berhasil?”tanya Jessica.

“Jika kau berhasil kemungkinan kau akan dapat remisi dari negara.Dan kalaupun kau gagal kau tidak akan dapat apa-apa.Tapi aku mohon berusahalah menangkapnya.”Kali ini Jaejoong menampilkan wajah memelasnya.

“Sepertinya kau sangat berharap misi ini akan berhasil,kenapa?”

Jaejoong menatap Jessica lekat,”Karena aku tidak ingin ada korban selanjutnya Jessica-ssi,Jadi bekerjalah dengan baik.”

@@@@@@@@@@@

Pukul 19.58 KST

Jaejoong terbangun dari tidur panjangnya.Jaejoong segera bangun dan mencari Jessica,tetapi orang yang dicarinya tidak ada.Jaejoong melihat kotak yang berisi gaun pun kosong.Pria ini mengacak-acak rambut hitamnya frustasi.

Jaejoong POV

Sial!dia melarikan diri.Sebuh pesan masuk ke ponselku.

‘Semua pasukan telah siap,Kami menunggu perintah.’

Aku segera mengganti bajuku dengan jas yang telah kusiapkan tak lupa aku mengenakan topeng.Aku mempercepat langkahku menuju tempat kontes judi.

Jessica POV

Aku berhasil membuat si Tuan Intelijen tertidur pulas,aku segera memasuki area Kontes Judi.Atmosfernya sangat familiar bagiku.Aku menunjukkan kartu identitas palsu yang diberikan Jaejoong.

“Anda sendiri nyonya?tidak bersama suami anda?”aku tersentak mendengar pertanyaan penjaga gerbang.Aku lupa kalau statusku di kartu identitas itu adalah sebagai istri Kim Yongwoon,nama samaran Jaejoong.

“Ia menyusul.”ucapku,petugas itu membungkuk lalu memberi jalan.Kontes belum dimulai aku pun mencari tempat duduk yang strategis.Disebelahku ada dua orang pria mereka terlihat sedang dalam pembicaraan yang cukup serius.

“Kau serius?”tanya seorang pria.

“Aku akan menyerahkan diri pada polisi besok.”

“Apa kau juga melaporkan bos dan yang lainnya juga?”

“Aku tidak tahu.Setiap malam Anak emas selalu muncul di mimpiku,dia ingin membunuhku.Dan sampai sekarang kita tidak tahu keberadaan puteri bungsu anak emas.Ini sudah lima belas tahun berlalu dan kita belum dapat membunuh anak itu.Lebih baik aku menyerah dan menyerahkan diri.”

“Hey bodoh!lebih baik kau buang jauh-jauh rencanamu ini.Lagipula yang menembak anak emas bukan kita tapi bos.Kita hanya membantunya saja.Buang jauh-jauh pikiranmu itu!Ini minumlah!”

Aku mendengar percakapan mereka,keringat membasahai tubuhku dan tubuhku sedikit bergetar.Ternyata benar kata Jaejoong kalau pamanlah pembunuh appa dan eomma.Aku diselimuti pikiran untuk balas dendam.Aku mencari dimana ruang Lee ahjuhssi.Kulihat di depan pintu ada dua orang penjaga.Saat sedang berpikir  mencari cara agar dapat masuk tanpa mereka ketahui,tiba-tiba salah seorang penjaga meninggalkan pintu.Tinggal satu orang!

Bruk!aku menjatuhkan diriku.

“Aww. . .”aku meringis kesakitan.Si penjaga lalu menghampiriku.

“Anda tidak apa-apa nona?”tanyanya sambil membantuku berdiri,saat itu juga aku menjedotkan kepalanya ke tembok.Penjaga itu pun terkapar di lantai.Aku segera memasuki ruangan Lee ahjuhsi.

Aku melihat Lee ahjuhsi sedang duduk di sofa sambil merokok dan ia sendirian.Ia terkejut dengan kedatanganku.Lalu ia berdiri dan menyambutku.

“Welcome back my sweetie Sica!”

“Apa kabar Sica?Oh ya bagaimana kau bisa keluar dari tempat terkutuk itu?”Lee ahjussi kembali duduk di tempatnya.Aku berjalan menjauhi tempatnya.

“Apa yang tidak bisa dilakukan seorang Jessica paman.”

“Bagus,itu baru anak didikanku.”ucapnya bangga.

“Baiklah untuk menyambut kedatanganmu mari kita bergabung dengan yang lainnya di meja judi.”

“Tidak perlu!”ucapku tegas.”Wae?apa kau lupa cara berjudi?”tanyanya.

“Tidak,karena aku kesini untuk mengambil nyawamu paman!”aku segera mengeluarkan pistol yang kucuri dari Jaejoong.Kuarahkan pada paman Lee.

“Hahahaha. . . .lucu sekali kau.Untuk apa membunuhku?”Paman Lee menertawai perbuatanku.

“Kau. . .kau pembunuh ayah dan ibuku!kau harus mati!”

Dakk!

“Argh!!”seseorang menendang punggungku hingga aku terjatuh.

Jaejoong POV

Aku segera berlari memasuki area Judi,kucari Jessica tetapi aku tidak menemukannya.Aku menghindari arena utama,kutelusuri lorong-lorong itu.

“Arghh!”terdengar teriakan,seperti suara Jessica.Aku segera berlari mencari sumber suara.Aku melihat Jessica tertangkap oleh si pemipin organisasi hitam itu,dialah Lee Hyuk Jae.Orang yang telah membunuh Ibu dan Kakak perempuanku.

Author POV

“Kau sudah tahu Sica siapa pembunuhnya,lalu apa yang akan kau lakukan HAH?”Hyuk Jae menodongkan pistolnya ke leher Jessica.Sementara dua orang anak buahnya sedang memperhatikan dengan seksama.

Nafas Jessica memburu,keringat bercucuran di dahinya dan matanya melotot menandakan kemurkaannya pada pria tua yang kini membekapnya.

Brak!Pintu terbuka.Seorang pria yang menggunakan jas silver senada dengan gaun yang Jessica kenakan mengarahkan pistolnya pada Hyuk Jae.

Dua orang anak buah Hyuk Jae dengan sigap menyerang pemuda itu yang tak lain adalah Jaejoong.Dalam sekejap Jaejoong dapat melumpuhkan dua orang penjaga itu.

“Hosh. . .hosh. . .Menyerahlah Lee Hyuk Jae!”Jaejoong kembali mengarahkan pistolnya pada Hyuk Jae.

“Hah,Jika kau mendekat aku akan membunuh gadis ini.”ancam Hyuk Jae.Hyuk Jae berjalan mundur menuju pintu hendak melarikan diri.Jaejoong segera berlari ke arah pintu dan menutupnya.Saat itulah Jessica menggigit tangan Hyuk Jae.Jessica lolos dari dekapan Hyuk Jae dan berlari menjauhi Hyuk Jae.Tidak terima dengan perlakuan Jessica,Hyuk Jae segera mengarahkan pistolnya ke Jessica.DOR!!DOR!!peluru menamcap di lengan kiri Jaejoong yang tengah berlari melindungi tubuh Jessica, bersamaan dengan jatuhnya Hyuk Jae ke lantai yang terkena tembakan  Jaejoong.

“Jangan bergerak!”masuklah pasukan intelijen dan membawa Hyuk Jae yang terkena tembakan di bagian kaki.Jaejoong pun berdiri dan menyerahkan Jessica pada Yuri teman satu timnya.

“Aku baik-baik saja Yul!”Jaejoong meyakinkan Yuri agar membawa Jessica dan meninggalkannya.Para petugas berlalu lalang memeriksa setiap sudut TKP.Meski tangannya terluka Jaejoong tetap bersikeras mengikuti olah TKP.

Sebuah foto menarik perhatian Jaejoong,sebuah foto keluarga yang sama seperti yang ia temukan beberapa tahun yang  lalu namun foto itu hilang saat Jaejoong sedang tugas menangkap Jessica.Ia segera mengambil foto itu dan memasukkan ke saku celananya.Jaejoong segera menuju mobil medis.

“Kau terluka Jae?”ucap Yunho sambil memberikan minuman hangat pada Jaejoong.Jaejoong tersenyum lalu meminum tehnya.”Luka ini membuatku bangga,hahaha.”

Tes. . .tes. . .air mata membasahi pipi Jaejoong.”Akhirnya aku bisa menangkapnya,orang yang membuat ibu dan kakakku meninggal.”

“Selamat Jae,Kau berhasil!”ucap Yunho sambil menepuk bahu Jaejoong.Jaejoong hanya membalas dengan senyuman sambil menyeka air matanya.

“Kau harus kembali ke kamarmu,kau harus istirahat Jae dan jangan pikirkan soal tugasmu ya!”Yunho mengantar Jaejoong ke kamarnya.Sebenarnya sih Yunho ingin melihat wajah asli ‘Queen of gamble’ sekalian menjemput Yuri kekasihnya.

@@@@@@@@@@

Jessica POV

Aku duduk di sofa kamar hotel bersama dengan seorang intelijen perempuan berparas cantik namun terlihat tegas bernama Kwon Yuri.Aku khawatir dengan keadaan Jaejoong karena ia terluka tadi.

Ting Tong!Yuri segera membuka pintu.Terlihat dua orang pria bersamanya.

Jaejoong menatapku,aku hanya menunduk.Aku menyesal dengan semua perbuatanku.

“Wah ternyata kau memang cantik ya!hey Kenalkan namaku Jung Yunho,siapa namamu?”tanya pria yang datang bersama Jaejoong.

“Jessica Jung.”Aku kembali menundukkan kepalaku.Sementara laki-laki bernama Yunho itu sudah ditarik paksa oleh Yuri.

“Kau baik-baik saja?”tanya Jaejoong yang kini duduk di sampingku.

Aku mengangguk,”Aku akan mengembalikanmu ke penjara besok,jadi sekarang istirahatlah.”

Tidak banyak yang ia katakan,tapi aku merasa dia adalah orang yang sangat baik.Aku merasa bersalah padanya.

@@@@@@@@@@

Keesokkan paginya aku dan Jaejoong meninggalkan hotel itu,namun petugas intelijen masih terlihat berkeliaran disana.Kami meninggalkan hotel pukul 07.15 KST.

Di perjalanan tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulutku ataupun Jaejoong.

“Jessica-ssi sepertinya kau akan terlambat ke penjara,tapi aku akan bertanggung jawab.”

“Kita mau kemana?”tanyaku.

“Aku ada perlu sebentar.”aku tidak ingin bertanya apa-apa lagi padanya.Ternyata mobil berhenti di pemakaman.

Jaejoong turun,”kau mau ikut atau disini saja?”tanyanya padaku.

“Aku ikut.”ucapku.Aneh dia tidak memborgolku.Langkah kami berhenti di depan sebuah nisan.

Jaejoong menutup matanya,sepertinya ia sedang berdo’a,kemudian ia ke makam disebelahnya dan melakukan hal yang sama.

“Ini adalah makam eomma dan noonaku.”Kami kembali ke mobil dan meneruskan perjalanan.

“Mianhe aku telah membuatmu repot dan terluka.”aku pun memberanikan diri berbicara dengannya.

Dia menatapku dan tersenyum,kali ini kulihat sebuah senyuman bahagia darinya.

“Gomawo karena kau telah membantuku menangkapnya,kau tidak perlu merasa bersalah pada luka kecil ini.”Jaejoong mengangkat tangan kirinya.

Drrt. . .drrtt. . .drrt. . .

Ponsel Jaejoong bergetar,ada panggilan masuk.

“Hallo”

“. . . . . . . . . .”

“Iya ini aku juga dalam perjalanan ke asrama Soojung.Kau tunggu disana ya!”

Jaejoong menatapku akupun balas menatapnya,”Wae?”tanyaku.

“Kita akan ke asrama adikku,tidak apa-apa kan?”tanyanya.Aku mengangguk,senangnya punya adik yang selalu ada di samping kita.Pikiranku pun melayang,dimana adikku berada?apa dia masih hidup atau tidak ya?

Aku mempunyai seorang adik perempuan,kami terpisah di malam saat pembunuhan eomma dan appaku.Tanpa terasa kami pun sudah sampai di depan sebuah klinik sekolah.

“Ayo!”Jaejoong terlihat sangat bersemangat.Jaejoong membeli makanan dan minuman di kantin yang ada di samping klinik.Kami memasuki sebuah ruang rawat.Kulihat ada Yoochun,Yoona dan seorang pasien perempuan.Mereka sedang tertawa bersama,suasananya sangat hangat.Rupanya si pasien menyadari kedatangan kami.

“Oppa!”Jaejoong sedikit berlari ke tempat tidur pasien dan langsung memeluk adiknya.

“Sojoong-ah!gimana udah baikkan sekarang?ini oppa beli soup di kantin.Ayo sarapan bersama!”Jaejoong mengelus kepala adiknya.

“Oppa tanganmu kenapa?”tanya Sojoong.

“Ini kemarin keserempet peluru,kau tidak usah cemas.”

“Je,kau tidak memperkenalkannya pada Sojoong?”Yoona mengingatkan keberadaanku.

“Sojoong kenalkan ini teman baru kami namanya Jessica Jung,dan Jessica-ssi ini adik kecilku namanya Sojoong.”

Kami pun menikmati sarapan bersama dengan soup yang dibeli Jaejoong tadi.

“Eonnie apa kau partner oppaku?”tanya Sojoong padaku.Aku melirik pada Jaejoong,dia menganggukan kepalanya.

“Ne,ada apa?”balasku.

“Aku mewakili oppaku meminta maaf atas segala sikapnya padamu.”aku bingung dengan perkataan Sojoong.

“Maksudmu?”tanyaku tidak mengerti.

“Oppaku ini seorang perfectionist dan hobinya marah-marah,pasti eonnie sering deh dimarahin sama oppa makanya aku minta maaf karena oppa ini jarang sekali meminta maaf pada orang,aku benar kan Yoona eonnie dan Yoochun oppa?”

Yoona dan Yoochun malah tertawa menanggapi ucapan Sojoong.Jaejoong hanya mencubit pipi adiknya itu.Kuperhatikan Jaejoong dan Sojoong memiliki hidung dan dagu yang sama,tapi Sojoong lebih mirip menjadi adiknya Yoona dan Yuri.

“Oppa lihat gelang yang dipakai Jessica eonnie sama seperti gelang oppa yang hilang ya?”Aku segera melihat ke arah gelang yang kupakai,semua mata kini mengarah ke gelangku.

“Tidak sama hanya mirip Sojoong-ah.”ucap Yoochun.

“Jessica-ssi bisa bicara sebentar?”tanya Yoochun padaku.Aku mengangguk lalu mengikuti Yoochun.

@@@@@@@@@@@

Yoochun membawaku ke tempat yang sedikit sepi.Wajahnya tampak serius kini.

“Jessica-ssi apa benar ini gelangmu?kumohon jawablah dengan jujur.”Aku tidak mengerti ada apa dengan gelangku ini.Ini memang benar milikku.

“Ne,ini memang gelangku.Memangnya mirip dengan gelangnya Jaejoong?”tanyaku.

“ya mirip dengan gelang Jaejoong hyung yang hilang.Itu adalah gelang yang diberikan Tiffany noona sehari sebelum kepergiannya.Tiffany noona adalah kakak perempuan Jaejoong dan kakak angkatku.”

“Pergi ke?”

“dia dibunuh oleh organisasi hitam itu,karena ayahku adalah pemimpin intelijen.Oh ya boleh aku tahu kau beli dimana gelang itu?”

“Ini pemberian ayahku pada anak-anaknya.Aku tidak tahu beli dimana.”

Apa ini saatnya aku bertanya pada Yoochun tentang hal itu.

“Ehm Yoochun-ssi apa kau pemilik mobil ferari merah itu?”tanyaku.

“ne.”Yoochun mengangguk.

“apa kau juga yang menangkapku?”

“Aku memang dalam tim itu,tapi yang menangkap kau bukan aku.”

“Boleh aku tahu siapa yang menangkapku saat itu?”

“Maaf Jessica-ssi itu privasi kami.”Yoochun berniat meninggalkanku yang terkesan seperti sedang mengiterogasinya.

“Kalau begitu apa kau tahu ini milik siapa?”tanyaku pada Yoochun sambil memperlihatkan sebuah lencana yang di dalamnya terdapat dua foto keluarga .Kulihat raut wajah Yoochun berubah cemas.

“Jessica-ssi sebaiknya kita kembali ke kamar Sojoong.”Yoochun meninggalkanku.Aku mengejarnya.

“Kumohon jawablah pertanyaanku.”Yoochun menghentikan langkahnya.

“Sebaiknya kau tanyakan pada Jae hyung langsung.”Yoochun memasuki ruang rawat Sojoong,sedangkan aku menahan tangis.

Author POV

Yoochun masuk ke ruang rawat Sojoong sendirian,lalu dimana Jessica?Jaejoong yang panik segera keluar mencari Jessica.Dilihatnya Jessica sedang duduk di bangku tunggu sambil menunduk.Jaejoong menghampiri Jessica.Ternyata Jessica sedang menangis.Jaejoong memberikan sapu tangannya pada Jessica.Ia pun duduk di sampingnya.

“Kau tunggu disini ya,aku mau pamit pada Sojoong dulu.”Jessica tidak berkata hanya mengangguk.

Beberapa menit kemudian Jaejoong kembali lalu merangkul Jessica membimbing gadis ini menuju mobil.

“Aku kesal melihat perempuan menangis jadi berhentilah!”ucap Jaejoong seraya memukul setir mobilnya.Jessica pun berhenti menangis.

“Apa yang terjadi?Apa kau ditolak Yoochun?”pertanyaan Jaejoong justru membuat Jessica kesal,Jessica pun memukul-mukul lengan Jaejoong,Untungnya lengan yang sebelah kanan bukan yang sebelah kiri.

“Jaejoong apa kau tahu siapa orang yang menangkapku?”tanya Jessica.

“Apa kau berniat balas dendam pada orang yang telah menagkapmu?”

Jessica menggeleng,”Aku hanya ingin mengembalikan ini dan berbicara padanya.”

Mata Jaejoong membesar melihat lencana yang dipegang Jessica,reaksi yang sama dengan Yoochun.

“Aku akan menjawabnya setelah kau menyelesaikan masa tahananmu,apa kau setuju?”tanya Jaejoong.Jessica kaget dengaan jawaban Jaejoong.

Jessica terlihat berpikir,”Baiklah aku setuju.Tapi kau janji akan menjelaskan semuanya padaku tentang anak dari Anak Emas itu.”

Jaejoong mengangguk.Perjalanan pun dilanjutkan dengan suasana hening karena dua orang ini larut dalam pikiran yang berbeda.

@@@@@@@@@@@

Enam bulan kemudian. . . .

Seorang perempuan cantik berjalan dengan senyuman di wajahnya.Ia terlihat sangat senang karena ia baru bebas dari tahanan.Perempuan itu mengenakan t-shirt bewarna abu-abu dan celana denim hitam,rambutnya dikuncir satu kebelakang memperlihatkan leher jenjangnya dan sebuah tas berukuran kecil menemaninya.Tak berapa lama berjalan ia memberhentikan sebuah taksi.Taksi itu membawa Jessica lalu berhenti di sebuah gedung bertingkat yang terletak di ibu kota Korea Selatan,yaitu Seoul.Jessica turun ia mentap sekelilingnya,hiruk pikuk ibu kota.Orang-orang berlalu lalang dengan mobilitas cukup tinggi tanpa memperhatikan sekelilingnya.Jessica pun memasuki gedung itu,ia menuju meja resepsionis.

“Permisi,bisa saya bertemu dengan Jaejoong dari bagian Kriminalitas?”Jessica melemparkan senyuman pada sang resepsionis.

“Maaf nona,Kim Jaejoong sudah berhenti sejak lima bulan yang lalu.”

“Ehm apa anda tahu alamatnya atau nomor yang bisa dihubungi?”Jessica kembali bertanya.

“Maaf nona,kami tidak dapat memberitahunya.”Jessica lemas karena orang yang dicarinya tidak ada,ia berjalan keluar gedung itu.

“Jessica!”Sebuah suara memanggilnya.

 

Ayo tebak siapa yang manggil jessica???hehehe makasih ya udah mampir ke blogku =)

Single Post Navigation

4 thoughts on “The Life of an Agent Part 5

  1. Kemana jejung? ? Melarikan diri supaya gak perlu ngejelasin apa2 sama jes? Ah sikentut jae!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: