fafajung

Just another world of an ordinary girl

The Life of an Agent Part 6

Author POV

“Jessica!”Sebuah suara memanggilnya.Jessica pun menatap orang yang memanggilnya,disana ada Yoochun,Yoona,Yunho dan Yuri teman-teman satu tim Jaejoong.

“Kau sudah bebas?”tanya Yoona.

“Kau pasti ingin bertemu Jaejoong hyung?”Tebak Yoochun.

“Bagaimana kabarmu?”sapa Yuri.

Pertanyaan bertubi-tubi yang dilontorkan oleh masing-masing orang,Jessica tersenyum.

“Nanyanya satu-satu dong!”Yunho pun menengahi.Mereka seperti sedang reuni,sampai tidak mempedulikan tatapan orang-orang sekitarnya.

“Ne,aku baru bebas dan aku kesini ingin bertemu Jaejoong tapi ternyata dia sudah tidak bekerja disini lagi ya.Oh ya apa kalian tahu alamatnya??”

“Kau ingin bertemu Jaejoong oppa ya?kebetulan sekali kami akan ke tempatnya.”ucap Yoona.

“Oppa?tumben sekali.”Jessica meledek Yoona yang tidak biasa memanggil Jaejoong dengan sebutan ‘Oppa’.

“Hhahaha Yoona kan sebentar lagi jadi adik iparnya Jaejoong.Ya udah gimana Jessica-ssi kau mau ikut dengan kami tidak?”Yuri menyadarkan Jessica dari lamunan singkatnya.

“Ah kau terlalu formal memanggilku Yuri-a.Ne,aku mau.Tapi apa tidak merepotkan kalian?”tanya Jessica.

“Tentu saja tidak.Kau bersama kami saja ya.”pinta Yunho,Jessica mengangguk dan mengikuti mereka.

@@@@@@@@@@@

Mereka berhenti di depan sebuah restoran yang tidak terlalu besar dan tidak kecil juga.Restoran itu memberi aura yang hangat bagi setiap pengunjungnya.

“Hyung!Kami datang.”teriak Yoochun.Yoochun berjalan menuju dapur,Jaejoong sedang memasak disana.

“Yoochun-a kalian duduk aja dulu.Aku menyusul.”

Jessica POV

Restorannya membuatku nyaman,hiasan dinding, kursi, meja, bahkan aromanya membuatku betah berlama-lama disini.Kami semua duduk di satu meja yang sepertinya sudah dipersiapkan untuk merayakan sesuatu.

“Yoochun-a Kau tidak menjemput Sojoong?”seorang pria berambut hitam tampan membawa nampan berisi makanan.Ya Tuhan apa itu Jaejoong?dia sangat berbeda.Dia mencukur kumis dan mengubah model rambutnya.

“Sojoong bersama temannya hyung.Oh iya ada Jessica juga disini.”Jaejoong yang semula tidak memperhatikan orang sekelilingnya kini menatapku lalu tersenyum.

“Kau sudah bebas?Selamat datang di Cafeku.”

“Jae kemana anak buahmu?”tanya Yuri.”iya sepi banget.”timpal Yunho.

“Aku meliburkannya,dan hari ini cafe tertutup untuk umum.”

“Hallo semua!!”pintu Cafe terbuka,ada Krystal dan seorang pria muda yang tinggi dan tampan masuk.

“Sojoongie!”Semua menyambut kedatangan Sojoong,namun gadis yang disambut malah menghampiri kakak laki-lakinya lalu membisikkan sesuatu.Setelah Jaejoong mengangguk Sojoong mengajak teman laki-lakinya itu untuk duduk bersama kami.

“Hey pemuda tampan siapa namamu?”tanya Yuri.

“Annyong!Choi Minho imnida.”jawab pemuda itu kikuk.

“Oke Minho kenalkan yang ini namanya Yunho hyung,Yuri noona,Jessica noona,Yoochun hyung,aku Yoona noona dan yang berwajah menyebalkan itu bernama Jaejoong hyung.Nikmati saja pestanya kau tidak perlu canggung.”Yoona memperkenalkan kami pada Minho.

“Baiklah karena semuanya sudah berkumpul.AYO KITA MAKAN UNTUK MERAYAKAN KEMENANGAN OUR SOJOONG!”pimpin Yunho.

“Sojoong menang apa?”tanyaku pada Yuri yang duduk di sampingku.

“Sojoong menang lomba loncat indah kemarin di ASIAN Games.Ayo Jessica dimakan makanannya.”

“Oh ya,gimana masakannya?”tanya Jaejoong yang duduk di sisi kananku.

“Meskipun malas dan bosan untuk mengatakannya,tapi masakanmu memang enak Jae.”ucap Yunho dilanjutkan tawa yang lainnya.

@@@@@@@@@@

Jaejoong mendekatiku yang sedang melihat-lihat pemandangan malam kota Seoul dari bangku Cafe.

“Apa kau ingin menagih janjiku?”Jaejoong memberikan segelas orange juice padaku.

“Banyak alasan aku menemuimu,ini. . . .”aku mengambil sebuah gelang yang sama dengan yang kupakai lalu memberikan padanya.

“Darimana kau mendapatkannya?”

“Gelang ini kudapat dari temanku,dia mengambilnya saat kau menangkapnya saat kasus pencurian Bank dan sepertinya ia jatuh cinta padamu.Apa kau ingat?”Jaejoong mengernyitkan dahinya.

“Oh perempuan menyebalkan itu,lencananya apa masih kau simpan?”Jaejoong mengangkat kakinya,lalu duduk menyila.

“Masih kusimpan,ini. . . . .punyamu juga?”aku menatap Jaejoong,tapi ia hanya memandang lurus ke depan.

“Lencana ini punya kakakku,di dalamnya terdapat foto keluarga kami dan foto keluarga ‘Anak Emas’.Itu hadiah dariku di ulang tahunnya yang ke 24.”mata Jaejoong menerawang ke sebuah memori masa lalu.

“Aku memberikannya untuk memberi tahu padanya kalau aku akan selalu melindunginya,sama seperti lencana itu yang melindungi foto keluargaku.Dan jika kau bertanya kenapa aku menyimpan foto Anak emas itu karena aku ingin mencari tahu Siapa Puteri dari Anak Emas itu.”

“Jadi ini punyamu?”Jaejoong mengangguk pelan.

“Dan kau yang menyelamatkanku juga?”tanyaku.Aku ingat saat aku  tertangkap dan anak buah paman Lee ingin menembakku ada seorang intelijen yang melindungiku.Orang-orang itu tidak akan membiarkan anggota mereka tertangkap dalam keadaan hidup,jadi saat aku tertangkap mereka berusaha membuatku mati.Tapi dengan gagahnya seseorang menyelamatkanku dan membuatku hidup sampai sekarang.

“Oppa!”belum sempat Jaejoong menjawab pertanyaanku,Sojoong menghampiri kami.

“Ada apa?”tanya Jaejoong lembut.

“Temanku ingin bicara denganmu oppa.”

“Suruh temanmu kesini saja.”

Sojoong menarik Jaejoong agar bangkit dari duduknya,Jaejoong yang tidak mau kalah pun tetap mempertahankan duduknya sambil berpegangan di bangku.Mereka sangat lucu.

“Bicaranya disini saja!”Sojoong pun mengalah lalu meninggalkan kami.

“Ini pasti rencana Yoochun!”gerutu Jaejoong,Sojoong kembali dengan teman laki-lakinya.

“Oppa ini temanku Minho.”Sojoong dan Minho duduk berhadapan dengan kami.

“Jadi apa yang ingin kau bicarakan Minho-a?”

“Ehm hyung,aku adalah kakak kelas Sojoong dan aku menyukainya.Sojoong bilang orang yang menyukainya harus minta izin dari kakaknya terlebih dahulu.Jadi aku disini untuk meminta izin padamu.”

“Hahahaha. . .”aku tertawa mendengar Minho yang sepertinya sudah mempersiapkan kata-kata ini.Sojoong menatap Jaejoong dengan penuh harap. Yoochun, Yoona, Yuri dan Yunho pun memperhatikan dengan harap-harap cemas.

“Kenapa tertawa?”tanya Jaejoong padaku,mukanya menunjukkan ketidak sukaan.

“Ayolah biarkan adikmu berpacaran dengan orang yang dia sukai,lagipula Sojoong sudah besar kan?Apa kau tidak pernah berpacaran ya?”

“Ah baiklah,baiklah kau Minho dan Sojoong boleh berpacaran asalkan jangan pernah membuat sedih adikku ya!”Senyuman mengembang dari bibir semuanya kecuali Jaejoong.

“Sudah sana bersenang-senanglah,aku sedang bicara dengan Jessica.”Jaejoong mengusir Sojoong  dan Minho.

“Ah oppa bilang aja lagi pedekate sama Sica eonnie.”

“Udah sana pergi,pergi!”Jaejoong mengusir mereka seperti mengusir ayam.

“heh. . .”aku terkekeh.

Jaejoong terdiam,suasana menjadi hening kembali.

“Jadi apa benar kau yang menyelamatkanku?”tanyaku.

“Aku hanya melindungi tersangka sekaligus saksi.Dan tentang gelang itu,Jessica-ssi kau adalah anak pertama anak emas dan sekarang kau mencari adikmu kan?”Aku menatap Jaejoong yang kini juga menatapku.

Orang ini tahu darimana semua rencanaku?

“Aku mengambil sampel rambutmu dan sudah mencocokannya.Tentang adikmu . . .”perkataan Jaejoong menggantung.

“Apa kau tahu tentang adikku?”Aku mengguncangkan badannya.Jaejoong melepaskan tanganku.

“Aku akan mengatakannya saat semua sudah pulang.”Jaejoong meninggalkanku dan bergabung dengan yang lainnya.

Eomma,appa sebentar lagi aku akan mengetahui keberadaan Krystal.

“Sica-ah ayo sini!”Yoona memanggilku,aku menghampiri mereka yang sedang memotong tiramissu.Jaejoong memberikan potongan tiramissu padaku.

“Tidak usah dipikirkan kata-kataku tadi,ayo makan!”­Aku memakan tiramissunya, tiba-tiba saja Jaejoong membersihkan bibirku dengan tissue.

“Makannya pelan-pelan saja nona Jung.”

“Gomawo.”ucapku canggung,Jaejoong balas tersenyum.Seketika hatiku berdesir jantungku pun berdetak cepat.

Author POV

Pukul 21.45 KST

Acara yang dimulai sejak pukul 15.30 itu pun berakhir,Yoochun mengantar Yoona.Yunho pun mengantar Yuri dan Minho pun mengantar Sojoong.Yang tersisa tinggal Jaejoong dan Jessica.Jaejoong sedang merapikan meja,dia menyuruh Jessica untuk tetap duduk dan tidak membantunya.

Jaejoong masuk ke dalam ruangan lalu kembali dengan sebuah map coklat di tangannya.Ia duduk berhadapan dengan Jessica kini.

“Aku sudah menunggu untuk waktu yang lama,agar bisa berbicara langsung dengan puteri anak emas.Adikmu masih hidup dan dia berada di tempat yang aman.Jika aku memberi tahu keberadaannya apa yang kau lakukan selanjutnya?”

Jessica terdiam sesaat,”Aku akan mengambilnya dan mengajaknya pergi meninggalkan negeri ini dan memulai kehidupan baru di Amerika.”

“Kau terlalu egois, seharusnya kau bertanya pada adikmu apa yang ia inginkan? Jika dia menolak rencanamu apa kau akan memaksanya?”Jaejoong meneguk airnya.

“Akan kupikirkan nanti.”balas Jessica.

“Baiklah aku tidak bisa memisahkan dua orang dengan ikatan darah,ini hasil tes DNA mu dengan DNA adikku.”Jaejoong menyerahkan mapnya pada Jessica,Jessica segera membukanya.Setelah membacanya Jessica menangis.

“Kakakku memakai gelang punya Sojoong agar dianggap sebagai puteri Anak emas untuk melindungi Sojoong,namun saat ia merasa ada beberapa orang yang selalu mengawasinya ia memberikan gelang itu padaku dan menceritakan kalau Sojoong bukanlah adik kandungku.Orang-orang organisasi itu pun membunuh kakakku karena dianggap menyembunyikan keberadaan puteri bungsu Anak Emas.Setelah kejadian itu aku selalu memakai gelang itu untuk menarik perhatian orang-orang yang telah membunuh kakak dan ibuku.”mata Jaejoong berkaca-kaca saat menceritakan kisahnya,Jessica yang mendengar berhenti menangis.

“Kita akan mengatakan pada Sojoong besok,sekarang kau istirahat saja di apartemenku.Ayo!”Jessica masih terdiam di kursinya,sampai Jaejoong menarik tangan Jessica lalu menuntunnya ke mobil.Mereka pun istirahat untuk malam ini.

@@@@@@@@@@@

Keesokkan paginya,Jaejoong yang mengenakan kemeja bewarna pink dan jelana denim bewarna hitam tengah memasak dan menyadari kedatangan Jessica.

“Bagaimana tidurmu?”

“Lebih baik dari malam-malam di penjara.”Jessica yang masih mengenakan baju yang semalam duduk di meja makan milik Jaejoong.Jaejoong meletakkan piring berisi pasta di depan Jessica.

“Ayo makan,setelah itu kau mandi lalu kita ke rumahku.”

“Mandi?tapi aku tidak bawa baju.”

“Aku tahu itu,aku sudah menyiapkan baju untukmu.”Jessica tersenyum lalu menyantap makanannya.

Setelah menunggu sekitar 25 menit akhirnya Jessica keluar dari kamar Jaejoong.Jessica mengenakan atasan bewarna biru muda dan celana denim bewarna biru tua.Jessica nampak cantik dengan rambut hitamnya yang digerai.Jaejoong sedikit terpukau dengan pemandangan di depannya.

“Kita pergi sekarang Je?”

“Ne.”Mereka pun menuju parkiran lu berhenti di depan sebuah mobil Lamborghini bewarna metalic.

“Ini mobilmu?”Jessica tidak percaya karena mobil yang ada di hadapannya adalah mobil yang tergolong langka di Korea.

“Ya tentu saja,ayo cepat masuk.”

“Wah ini baru mobil yang cocok untuk seorang intelijen sepertimu.”

Mereka pun menuju kediaman Jaejoong untuk menemui Sojoong,mobil melaju di sebuah perumahan mewah komplek para intelijen tinggal.Mobil pun berhenti di depan sebuah rumah bernuansa modern.Jaejoong menyuruh Jessica turun tapi Jessica enggan turun.

“Ayo!”

“Aku takut Sojoong tidak menerimaku.”Jessica menggelengkan kepalanya.Tapi Jaejoong menariknya lalu menggenggam tangan Jessica.Mereka memasuki ruang tamu dan disambut oleh beberapa pelayan.

“Dimana appa dan Sojoongie?”tanya Jaejoong.

“Tuan dan nona ada di ruang keluarga,Anda sudah ditunggu.”Jaejoong membawa Jessica ke ruang keluarga.Disana sudah ada Sojoong dan ayah Jaejoong yang sedang ngobrol.Jaejoong dan Jessica memberi hormat pada ayahnya.Ayah Jaejoong mempersilahkan mereka duduk.

“Apakah appa sudah berbicara pada Sojoong?”Jaejoong bertanya pada ayahnya,ayahnya pun mengangguk.

“Sudah,adikmu anak yang pintar,dia sudah mengetahui sejak dia belajar mengenai genetika di junior high school.”

“Sojoong-ah mendekatlah pada oppa!”Jaejoong memeluk Sojoong yang kini duduk di sampingnya.

“Kapan kau mengetahuinya?Apa yang kau rasakan hem?Jangan sedih oppa selalu bersamamu.”Sojoong menatap Jaejoong.

“Karena aku tahu meskipun hari ini akan datang,tapi appa dan oppa akan selalu di sampingku.Awalnya aku takut tapi aku melihat bagaimana appa menyayangiku,aku percaya kalau kalian tidak akan pernah meninggalkanku.”ucap Sojoong seraya memainkan rambutnya.

“Lalu apa kau tahu siapa kakak kandungmu?”Sojoong menggeleng.Jaejoong menarik Jessica agar mendekat padanya.

“Jessica eonnie adalah kakakmu juga sekarang,kau harus menyayanginya seperti kau menyayangi Tiffany eonnie,Arasso!”

“Kau tidak terkejut?”tanya Jessica pada Sojoong,yang bersikap seolah-olah sudah mengetahui sebelumnya.

“Aku sudah memutuskan jika nanti aku akan bertemu dengan orang tua atau saudara kandungku aku akan menyayangi mereka,tapi jika mereka bertanya apakah aku akan tinggal bersama mereka maka aku akan menjawab tidak karena inilah keluargaku keluarga Kim Sojoong.”Jessica terlihat tersenyum namun saat mendengar kata-kata terakhir Sojoong ia menjadi sedih.Jaejoong yang melihat perubahan raut wajah Jessica segera merangkulnya,Kemudian membisikkan sesuatu pada Jessica.

“Kau terlihat cantik saat sedih.” Sontak Jessica yang mendengarnya langsung tersenyum kembali.Jaejoong melepas rangkulannya pada Jessica,ia menatap adiknya.

“Sojoong-ah apa kau ada acara hari ini?”Sojoong mengangguk.

“Aku ingin memperkenalkan Minho pada appa.”

“Minho siapa?”tanya Ayah Jaejoong,Jaejoong tersenyum.

“Orang yang sedang dekat dengan anak kecil ini.”Jaejoong mencubit pipi Sojoong.

“Ehm Jessica-ssi kau tinggal dimana?”tanya ayah Jaejoong.Jessica memberanikan diri menatap ayah Jaejoong.

“Aku belum mencari tempat tinggal tuan.”

“AHHH jangan panggil aku tuan,panggil saja Appa!Oh ya bagaimana kalau kau tinggal di rumah kami agar kau lebih akrab dengan Jaejoong dan anak-anakku.”Ayah Jaejoong menawarkan Jessica untuk tinggal bersama.Jaejoong melepas pelukannya pada Sojoong lalu menatap ayahnya dan Jessica bergantian.

“Kau setuju kan Sojoongie?”tanya Ayah Jaejoong pada Sojoong yang sedang tersenyum.

“Aku lebih setuju kalau Jessica eonnie dan Jaejoong oppa tinggal disini,lagipula sebentar lagi Yoochun oppa dan Yoona eonnie akan menikah,pasti kita akan disibukkan dengan pestanya.”

“Tidak ada hubungannya aku dengan pernikahan Yoochun.Kau ini!”

“Ada lah oppa,kan Jessica eonnie dan oppa yang akan mengurusinya.Terus kalo oppa tinggal di apartemen itu Cuma membuat repot saja.”

“Sudahlah Je,turuti saja kemauan adikmu memangnya kau tidak mau melihatnya senang?Jessica bisa tinggal di kamar Tiffany.”ucap ayah Jaejoong.

Jaejoong tidak suka tidur di rumahnya karena semua yang ada di rumah itu selalu mengingatkannya pada mendiang ibu dan kakaknya dan itu membuatnya merasa bersalah.Dulu kakak dan ibunya selalu melarangnya dan Yoochun agar tidak mengikuti jejak ayahnya.Yoochun yang penurut mengikuti saran ibu dan kakaknya dengan kuliah di jurusan manajemen,berbeda dengan Jaejoong yang bersikeras mengikuti akademi itu.Namun setelah lulus Yoochun dipaksa Jaejoong untuk masuk dunia intelijen,Jaejoong pula yang mengajari Yoochun melawan ibu dan kakaknya.Karena itulah saat ia masuk ke kamar Tiffany untuk mengantar Jessica mata Jaejoong memanas.Jessica yang melihat raut sedih di wajah Jaejoong menarik Jaejoong keuar dari kamar Tiffany.

“Jaejoong aku lapar,bisa kita keluar?”Jaejoong tersenyum melihat sikap manja Jessica,ia pun menarik Jessica ke mobilnya.

“Aku mau makan di restoran mahal dan kau harus mentraktirku!”ucap Jessica.

“Kenapa harus aku yang mentraktirmu?”balas Jaejoong,sambil mengendarai mobilnya.

“Karena aku sedang sedih dan kau punya uang sedangkan aku tidak.Ayolah!”Jessica menunjukkan aegyonya.Jaejoong pun tertawa.

“Wajahmu sangat aneh!”Jessica menarik baju Jaejoong.

“Ya ya ya,kau baik deh kalau mentraktiku.”

“Ne aku akan mentraktirmu.”Jaejoong memasuki tempat parkir umum.

“Kita akan pergi dengan bus,aku sedang malas nyetir.”

“Apa kau mengajakku kencan Tuan Kim?”Jessica menyenggol Jaejoong.Jaejoong hanya tertawa lalu mengejar Jessica yang berlari meningalkannya.

Hallo semuanya!makasih ya udah mampir ke blogku.Hanya sekedar info ini adalah part sebelum terakhir dan semoga kalian enjoy dengan ceritanya.🙂

Single Post Navigation

2 thoughts on “The Life of an Agent Part 6

  1. Jejung berkumis? *mikir2*

    Hahaha ada iklan ayam juga, ah salah, iklan mie

    Kencan2,, jeje belum keliatan suka ma jess, apa diakhir mereka bakalan nyatu?? Huhu semoga

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: